Berita / Akademik

Joshua Alfred Hasudungan, Wisudawan ITB Peraih IPK Nyaris Sempurna

Adi Permana - Sabtu, 6 April 2019, 16:03:09


BANDUNG, itb.ac.id -- Joshua Alfred Hasudungan Butarbutar, Mahasiswa Teknik Dirgantara, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil lulus dengan IPK 3.95 pada pelaksanaan Wisuda Kedua ITB Tahun Akademik 2018/2019 di Gedung Sabuga, Sabtu (6/4/2019). Tak hanya itu, Joshua juga mampu menyelesaikan studinya dengan waktu 3.5 tahun.


IPK tersebut merupakan yang tertinggi dari program sarjana pada pelaksanaan wisuda kali ini. Dia mengatakan, banyak ilmu dan pengalaman berharga diperoleh selama perjalanan 3.5 tahun kuliah. Salah satunya ialah dalam hal membentuk pola pikir sehingga dapat menyelesaikan sebuah masalah secara terstruktur.  

"IPK 3.95 tergolong tinggi namun tidak sempurna. Tidak selamanya hidup di atas. Artinya saya pernah jatuh dan pernah tidak dapat nilai yang baik. Ketika jatuh, itu yang menjadi tantangan bagi kita untuk bagaimana bangkit lagi," kata Joshua kepada Humas ITB.

Selama menjadi mahasiswa, Joshua aktif di berbagai organisasi seperti Himpunan Keluarga Mahasiswa Teknik Penerbangan, yang disingkat KMPN. Kepanitiaan wisuda sering digeluti Joshua selama menjadi anggota KMPN, karena menurutnya dalam hal itu dia bisa belajar banyak hal seperti mengetahui pentingnya saling membantu dan melayani satu sama lain terutama membantu dan melayani wisudawan yang akan lulus. 

Kemudian, pengalaman menjadi Mentor OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) ITB yang saat itu dikenal dengan Integrasi 2016, sangat berharga menurut Joshua. Saat awal menjadi mentor hingga akhirnya menjadi pendiklat membuatnya belajar menjadi teladan bagi adik tingkat, mempunya sifat empati, dan melatih skill berkomunikasi. Semua hal tersebut menurutnya sangat berguna hingga saat ini. "Sebagai seorang mentor, kita digerakkan agar hati dapat berbagi dengan orang lain," ungkap Joshua.

"Berbagi menurut saya jelas penting sekali. Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tak bisa hidup sendiri. Kalau ada kesempatan berbagi, alangkah baiknya kita berbagi. Sebab suatu saat kita yang akan butuh orang lain. Oleh karenanya saya ingin bermanfaat bagi orang banyak, ingin maju, tapi maju bersama," pesan Joshua. 

Ia juga berpesan, dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa haruslah selalu punya tujuan dan target sehingga nantinya dapat  membanggakan orang tua, keluarga, serta memotivasi orang lain.

Dalam tugas akhirnya, Joshua melakukan studi fisibilitas pada salah satu perusahaan BUMN yang berkecimpung dalam transportasi udara. Ia melakukan kajian tentang efisiensi penggunaan bahan bakar pada pesawat terbang karena menurutnya, bisnis pesawat terbang mempunyai demand yang tinggi namun profitnya tidak demikian. Sehingga, efisiensi penggunaan bahan bakar menjadi penting dalam hal tersebut. Mekanisme Redispatch diteliti lebih lanjut oleh Joshua sehingga nantinya diharapkan dapat menghasilkan penggunaan bahan bakar yang rendah dan menjadikan perusahaan mempunyai profit yang positif. 

Saat ditanya rencana kedepan setelah lulus, Joshua belum memastikan apakah akan melanjutkan studinya di bidang dirgantara atau akan memasuki dunia kerja. Namun yang terpenting menurutnya adalah akan tetap berkecimpung dalam hal yang disukainya yakni bidang transportasi, karena transportasi termasuk pesawat terbang memiliki daya tarik tersendiri baginya.

"Sebagai mahasiswa harus senantiasa berjuang untuk sesuatu. Jangan bersandar pada kekuatan sendiri karena kita tak akan kuat, tapi juga andalkan kekuatan Yang Maha Kuasa," ungkap Joshua.

Reporter: Irfan Ibrahim (Teknik Geodesi dan Geomatika 2016)