Berita / Utama

Bio-N Oils dan Bio-N Propolis, Startup Terobosan ITB

Adi Permana - Kamis, 3 Oktober 2019, 16:35:02 - Diperbaharui : Jumat, 11 - Oktober - 2019, 10:44:42

*Tiga produk hasil PT. Bio Proshafa Karya. (Foto: Dok. Pribadi)


BANDUNG, itb.ac.id – Sebagai perguruan tinggi yang telah bergerak dari research university menuju entrepreneur university, Institut Teknologi Bandung (ITB) telah banyak menghasilkan startup yang bergerak di berbagai bidang, salah satunya ialah startup Bio-N Oils dan Bio-N Propolis.

Start up ini memiliki nama resmi PT. Bio Proshafa Karya. Munculnya startup tersebut berangkat dari hasil penelitian Dr. Muhammad Yusuf Abduh selaku Kepala Program Studi Rekayasa Hayati dan timnya. Kemudian, dari situ diimplementasikan oleh Sisca Dewi Ayudya, alumni Rekayasa Hayati ITB 2010 menjadi sebuah startup.

Diwawancara reporter Humas ITB baru-baru ini, Sisca mengatakan, hadirnya Bio-N Oils dan Bio-N Propolis sebagai sebuah startup yaitu bertujuan untuk berkontribusi dalam menghasilkan produk lokal. Di mana, saat ini produk serupa yang tersedia di pasaran merupakan hasil impor. Menurutnya, Bio-N Oils dan Bio-N Propolis sebagai produk kesehatan alami akan memiliki daya guna yang tinggi di masyarakat.

Sebagai startup yang produknya berangkat dari hasil penelitian, PT. Bio Proshafa Karya memiliki paten terhadap penemuan Motive (Modular Trigona Hive), yang merupakan terobosan baru terhadap desain sarang lebah sehingga dapat menghasilkan lebih banyak propolis. Tentunya, hal ini sangat membantu dalam memproduksi bahan baku produk mereka.

Penggunaan Motive memungkinan peternak lebah dapat mengatur sistem produksi propolis dan madu sesuai dengan target yang diinginkan. Pemanenan dilakukan dengan mengangkat propolis frame yang sudah dipenuhi dengan propolis yang selanjutnya digantikan dengan propolis frame baru sehingga meningkatkan produktivitas serta kualitas kehigienisan.

Propolis yang dihasilkan dari lebah Trigona tersebut mengandung antioksidan berupa flavonoid ditambah berbagai jenis vitamin, mineral, serta asam amino esensial. Oleh karena itu, propolis dapat dimanfaatkan sebagai suplemen untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh, mempercepat proses penyembuhan penyakit serta sebagai bahan baku perawatan kecantikan dengan mempercepat regenerasi sel dan menunda proses penuaan pada kulit.

Mengenal Bio-N Oils dan Bio-N Propolis

Sisca menceritakan, produk yang mereka tawarkan melalui brand Bio-N Oils, adalah berupa essential oil bahan kimia yang dijamin kealamiannya. Selain essential oil murni, produk ini mempunyai turunan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan khusus seperti perawatan wajah. Produk kedua ialah Biol-N Propolis yaitu propolis tanpa kandungan alkohol yang dikemas dalam beberapa varian.

Membawa suatu produk ke ranah industri menurut Sisca tidaklah mudah dan tidak lepas dari beragam tantangan. “Pada awal berdirinya (Bio-N Oils dan Bio-N Propolis) tidak dikenal orang, kemudian juga memiliki banyak saingan yang sudah lebih dahulu memasarkan produknya. Sempat up and down, tapi intinya konsisten dan selalu mencoba,” jelas founder startup tersebut menjelaskan tantangan yang dihadapi timnya.

Dari sisi pemasaran, Sisca menerangkan bahwa metode pemasaran yang mereka lakukan tak semata-mata sekedar menjual produk. Menurutnya, melakukan edukasi terlebih dahulu terhadap produk yang mereka buat menjadi hal yang penting. Sehingga, selain penjualan secara online dan offline mereka juga melakukan workshop untuk menunjang edukasi terhadap produk mereka. 

Dia menambahkan, kunci keberhasilan sebuah startup dapat sukses ialah disiplin dan tidak menyerah. Menurutnya, ITB adalah wadah sangat baik untuk mengasah hal tersebut. Selanjutnya, ialah konsisten dalam menjalankan roda bisnis yang sudah berjalan.

Kedepannya, Sisca beserta timnya berharap dapat mengenalkan produk mereka lebih masif lagi. Selain itu, pengembangan terhadap produk akan dilakukan secara berkelanjutan untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas.

Reporter: Irfan Ibrahim (Teknik Geodesi dan Geomatika, 2016)