Berita / Utama

ITB Lahirkan 1.434 Sarjana, Magister, dan Doktor Pada Bulan April 2018

Ahmad Fadil - Minggu, 8 April 2018, 22:05:31

BANDUNG, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung  (ITB) kembali menggelar Sidang Terbuka Wisuda Kedua Tahun Akademik 2017/2018. Momen besar bagi mahasiswa ITB ini, diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) selama dua hari pada Jumat-Sabtu (6-7/03/2018). ITB melepas 567 wisudawan Sarjana pada hari pertama, 793 wisudawan Program Magister (S2) dan 74 wisudawan Program doktor (S3) pada hari kedua sidang terbuka. Sebanyak 135 wisudawan Program Magister dan 12 wisudawan Program Doktor dinyatakan lulus dengan predikat cum laude.

Wisuda Hari Pertama
Upacara wisuda yang dimulai pada pukul 08.00 ini dibuka dengan prosesi masuknya Rektor, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Forum Guru Besar, Wakil Rektor, serta pimpinan ITB ke dalam ruangan. Turut dalam prosesi di hari pertama wisuda, tamu kehormatan ITB yaitu Rektor Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS), Prof. Dr. Ir. Edi Noersasongko, M.Kom. Lantunan lagu Mars ITB, Indonesia Raya, dan Mengheningkan Cipta menghantarkan sidang kepada pengucapan janji wisudawan serta dilanjutkan dengan pelantikan wisudawan.

Pada sidang terbuka kali ini, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., selaku Rektor ITB memberikan sambutan terkait Manajemen Resiko Bencana yang penting untuk diketahui masyarakat Indonesia. Disampaikan oleh beliau bahwa ITB sebagai salah satu center of excellent terus berupaya untuk mengembangkan pengetahuan, teknologi, serta rancangan kebijakan untuk mengurangi resiko bencana yang ada di negara kita.

Dukungan yang diberikan ITB telah terwujud dalam berbagai program penelitian terkait topik kebencanaan di bawah Pusat Penelitian Mitigasi Bencana. “Kunci ketangguhan dalam tingkat respon tanggap darurat dan pemulihan adalah koordinasi yang baik agar semua potensi bantuan dapat dikonsolidasikan secara efektif dan efisien,” jelasnya.

Setelah pembacaan prestasi pada kurun waktu Oktober 2017 – Maret 2018 oleh Rektor ITB, acara dilanjutkan dengan pembacaan kesan pesan wisudawan oleh Prof. Ir. Bermawi P. Iskandar, M.Sc., Ph.D., dengan diselingi lantunan lagu Hymne ITB oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) ITB.

“Hal positif berkuliah di ITB adalah terpacu untuk menjadi disiplin dan selalu belajar untuk mandiri.” lontar wisudawan Program Magister, Amalia Siti Nurochmah.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian ucapan selamat kepada 867 wisudawan pascasarjana ITB dengan diiringi oleh permainan musik dari Keluarga Paduan Angklung (KPA) ITB.

Sebelum diakhiri dengan pembacaan doa, upacara wisuda diisi dengan penyampaian kesan pesan wakil wisudawan Magister dan Doktor oleh Untung Ari Wibowo, dari Program Studi Magister Ilmu dan Teknik Material Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD). Pada kesempatan itu, wisudawan yang lulus dengan predikat cum laude tersebut menyampaikan pengalamannya  menempuh studi pascasarjana di ITB dan bagaimana ITB memberikan wahana belajar seluas-luasnya untuk mengembangkan diri. “Saya berharap kita tetap menjaga impian dan cita-cita untuk masa depan bangsa Indonesia,” pesan Untung. Ia pun menambahkan supaya impian tersebut dapat diwujudkan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya, baik bagi Indonesia, maupun almamater ITB. “Selamat berkarya untuk bangsa, let’s make something different!” ujar Untung mewakili pesan para wisudawan pascasarjana.

Upacara Wisuda Hari Kedua
Masih bertempat di gedung Sabuga, Upacara Wisuda Kedua ITB Tahun Ajaran 2017/2018 dilanjutkan untuk 567 wisudawan program sarjana, pada hari Sabtu, 7/4/2018. Prosesi Sidang Terbuka Wisuda ITB di hari kedua ini menjadi spesial dengan kehadiran Duta Besar Swiss untuk Indonesia, H.E Yvonne Baumann.

Kesan pesan wakil wisudawan sarjana disampaikan oleh Muhammad Al-Kahfi, wisudawan peraih IPK tertinggi dari Prodi Matematika ITB. Wisudawan juga melihat penampilan grup musik Vivat Academia, Band Dosen dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FRSD), sebagai kenangan terindah sebelum mengawali langkah di dunia nyata.

"Saya ingin mengingatkan bahwa menjadi alumni bukan berarti terputusnya hubungan anda dengan ITB. Sangat diharapkan silahturahmi kita tetap terjaga dan terjalin dengan erat untuk kebaikan kedua belah pihak," tutur Rektor ITB menutup pidatonya.

Penulis : Rayi Harjani (Desain Produk 2016)

Foto: Dokumentasi Pribadi