Berita / Utama

Percepatan Pengembangan Katalis dengan Penempatan Multipurpose Microreactor oleh Pertamina untuk ITB

Ahmad Fadil - Sabtu, 23 September 2017, 13:37:12 - Diperbaharui : Sabtu, 23 - September - 2017, 18:07:01

BANDUNG, itb.ac.id – Jalinan yang kuat antara Industri dan ITB telah menghasilkan banyak manfaat yang dirasakan hingga oleh masyarakat umum. Pertamina merupakan salah satu perusahaan BUMN yang merasakan betul manfaat dari lulusan dan penelitian yang dihasilkan ITB. Sebagai salah satu bentuk apresiasi, Pada hari Jumat (22/09/2017) Pertamina dan ITB melakukan serah terima alat multipurpose microreactor. Acara yang digelar di gedung Labtek X, Teknik Kimia ITB ini dihadiri langsung oleh Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ardhy N. Mokobombang beserta jajarannya serta Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi.


Dalam industri, katalis merupakan salah satu yang berperan penting dalam proses produksi. Beberapa negara luar telah mampu memproduksi katalis secara mandiri sehingga biaya yang dikeluarkan dapat ditekan dan berimbas pada harga produk yang juga bersaing. Di Indonesia, ketergantungan terhadap impor katalis masih menjadi masalah dalam dunia industri padahal industri seperti Pertamina dalam proses konversi yang dilakukan di kilang-kilangnya tidak bisa melepaskan diri dari katalis sehingga mau tidak mau saat ini harus melakukan impor.


Kerjasama antara Pertamina dan ITB, khususnya Teknik Kimia ITB dalam pengembangan katalis telah terjalin sejak 2003 dan beberapa katalis hasil riset ITB telah digunakan secara komersil di kilang-kilang Pertamina. Alat yang disebut multipurpose microreactor ini akan mempermudah pengembangan penelitian katalis untuk industry tersebut. Dengan keinginan pemerintah pada Pertamina untuk makin terlibat dengan biofuel, katalis-katalis khusus yang mendukung dalam produksi biofuel diharapkan akan dapat dihasikan secara mandiri. ITB diharapkan mampu menjadi yang terdepan dalam pengembangan katalis-katalis tersebut sehingga sebagian besar katalis dapat diproduksi di dalam negeri pada tahun-tahun mendatang.

Ditemui di akhir acara, Ardhy menyampaikan harapannya, “Nanti kolaborasi antara Pertamina dan perguruan tinggi khususnya dapat tercipta dengan lebih baik karena apa-apa yang dibutuhkan oleh industri, khususnya oleh Pertamina, dapat ditopang oleh perguruan tinggi melalui research dan developmentnya, termasuk juga nanti untuk mengembangkan juga research dan development yang ada di Pertamina sendiri.” Ia juga berharap kerjasama ini dapat mengurangi bahkan meghilangkan ketergantungan impor katalis dengan memproduksinya secara mandiri di dalam negeri.


Prof. Kadarsah Suryadi menambahkan bahwa bantuan yang diberikan pertamina ini memperkuat komitmen ITB dalam melanjutkan hasil riset menjadi inovasi dan menjadi produk industri. ITB akan semakin siap dalam gerak menuju Entrepreneurial University, tentunya tidak sendirian namun bersama dengan berbagai pihak seperti Pertamina. Hasil karya riset katalis ITB yang dihasilkan akan semakin meningkat dengan bantuan alat ini sehingga nantinya dapat mewujudkan kemandirian energi bangsa.