Keluarga Besar ITB Gelar Silaturahmi Idul Fitri 1438 H

Mega Liani Putri | Kamis, 6 Juli 2017, 04:37:04 | Lihat foto berita ini | Diperbaharui : Jumat, 7 - Juli - 2017, 09:40:06

BANDUNG, itb.ac.id - Dalam rangka memperingati hari Raya Idul Fitri 1438 H yang bertepatan pada Senin (25/06/17), ITB menyelenggarakan kegiatan halalbihalal yang secara khusus dihadiri oleh Gubernur Sumatera Barat periode 2016-2021, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno Psi, MSc. Acara yang diselenggarakan di Aula Barat ITB pada Rabu (05/07/17) ini dihadiri seluruh keluarga besar ITB dan mengangkat tema Dengan Zikir dan Fikir Meraih Kesuksesan.

Sesi jabat tangan antar anggota keluarga ITB membuka acara Silaturahmi ini. Rektor ITB bersama jajaran Wakil Rektor dan para dekan berbaris di koridor Aula Barat untuk menyambut keluarga besar ITB yang hadir. Tampak dalam silaturahmi tersebut mantan Rektor ITB periode 1988-1997 yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Wiranto Arismunandar, ikut berjabat tangan dengan jajaran pimpinan ITB. Selepas sesi jabat tangan, acara dilanjutkan pada pukul 08.00 WIB dengan pembacaan Al-Qur'an, diteruskan dengan sambutan oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi. Dalam kesempatan tersebut, Rektor ITB juga turut menyampaikan berita terkait peringkat ITB menurut Times Higher Education (THE), yang tahun ini meningkat menjadi peringkat 201 se-Asia dan peringkat 331 sedunia.

Selanjutnya, Gubernur Sumatera Barat menyampaikan ceramah mengenai pentingnya keseimbangan antara sukses hati dan akal. Irwan Prayitno membukanya dengan menghaturkan beberapa pantun, sontak ruangan menjadi bergemuruh, menyanjung kepiawaian beliau merangkai kata menjadi untaian bait yang jenaka namun sarat makna. Sukses hati, ungkap beliau dalam ceramahnya, dapat dicapai dengan berzikir sepanjang waktu, yakni mengingat Tuhan Yang Maha Esa selagi duduk, berdiri, dan berbaring, sedangkan sukses akal dapat dicapai dengan belajar.

Tak lupa, ayah dari 10 orang anak ini juga menyampaikan bahwa kegiatan berzikir, yang pada hakikatnya merupakan hatur puji kepada Tuhan, setiap saat bersifat universal dan tidak berlaku hanya bagi orang muslim. Dengan mengingat Tuhan Yang Maha Esa dan berserah diri kepada-Nya, beliau menjamin pengurangan masalah dalam kehidupan. Menutup ceramahnya, beliau juga mengutarakan tentang kewajiban manusia untuk berpikir, mengambil pelajaran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.


Sumber gambar: Dokumentasi Penulis
Reporter: Zoealya Nabilla Zafra (Teknik Kimia 2016)