Deklarasi Djuanda: Makna dan Implikasinya dalam Berteknologi dan Berindustri

By Adi Permana

Editor Adi Permana

BANDUNG, itb.ac.id – Bertepatan dengan 63 tahun Deklarasi Djuanda, Ikatan Alumni Teknik Kimia ITB bersama dengan Salam Ganesha menyelenggarakan webinar dengan tema “Deklarasi Djuanda: Makna dan Implikasinya Dalam Berteknologi dan Berindustri”. Webinar ini diadakan pada 13 Desember 2020.

Webinar kali ini dibuka dengan sambutan oleh Ketua Dewan Pembina IATK-ITB Agustanzil Sjahroezah. “Hari ini kita berkumpul di sini (secara daring) untuk memperingati 63 tahun Deklarasi Djuanda, beserta 100 tahun ITB,” ujarnya.

Deklarasi Djuanda adalah deklarasi untuk mewujudkan NKRI dalam kesatuan kewilayahan. Saat itu usia Republik Indonesia baru 12 tahun, wilayah Indonesia mampu diperluas dengan keunggulan diplomasi. Buku Deklarasi Djuanda disusun sebagai rasa tanggung jawab Ikatan Alumni Teknik Kimia untuk menyebarluaskan tentang Deklarasi Djuanda, sebagai kontribusi untuk masa depan negara kita (shaping the future of the nation).

“Buku ini disusun dengan berbagai referensi melalui wawancara, literatur, arsip notulensi dari rapat konstituante tentang wilayah Indonesia yang dibacakan melalui RRI di tahun 1957, serta kunjungan ke PT DI,” ujar Agustanzil

Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah, P.hD., mengatakan, Ir. Djuanda merupakan salah satu alumni ITB. Kita mengenal beliau sebagai teknokrat pertama yang mendapat amanah sebagai pimpinan kabinet di panggung politik Indonesia. “Beliau dikenal sebagai abdi negara yang setia, jujur, serta administrator yang demokratis,” ujarnya.

Disampaikan Prof. Reini, ITB sangat menyambut baik kehadiran buku Deklarasi Djuanda: Makna dan Implikasinya di Dalam Berteknologi dan Berindustri. Buku tersebut mengangkat peristiwa Deklarasi Djuanda yang dikaitkan pada apa makna dan konsekuensi dari peristiwa tersebut serta kontribusi teknologi seperti apa yang bisa diimplementasikan agar cita-cita mulia dari peristiwa tersebut menjadi nyata.

“Dengan konfigurasi negara kita sebagai negara laut yang memiliki wilayah perairan mencapai 2 per 3 dari total luas wilayah, penguasaan dan pengembangan teknologi menjadi sebuah keniscayaan untuk menjaga kedaulatan negara kita serta untuk memanfaatkan sumber daya yang terkandung di dalamnya demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rektor.

Hal tersebut mendorong Institut Teknologi Bandung sebagai pendidikan tinggi teknik Indonesia yang pertama untuk berperan aktif dalam menerjemahkan cita-cita tersebut ke dalam pendidikan penelitian rancang bangun keteknikan yang dilakukan ITB sehingga karya-karya ITB dapat memberikan manfaat serta turut berperan dalam mewujudkan cita-cita Deklarasi Djuanda untuk menjaga kedaulatan bangsa Indonesia.

Berbagai tokoh penting nasional menghadiri webinar ini yaitu Dr. (HC) H. Suharso Monoarfa (Menteri PPN/Kepala Bappenas), Prof. Ir. Reini Wirahadikusumah MSCE., Ph.D (Rektor Institut Teknologi Bandung), Dr. N. Hassan Wirajuda (Menteri Luar Negeri RI 2001-2009), Dr. Ir. Ridwan Djamaluddin, IPU (Ketua Ikatan Alumni ITB, Dirjen Minerba Kementerian ESDM), Ir. Yani Panigoro, M.M (Ketua MWA ITB dan Pembina Salam Ganesha), dan Agustanzil Sjahroezah (Ketua Dewan Pembina IATK ITB).

“Buku ini sebetulnya telah di-launching 13 Desember 2019. Namun, edisi kali ini lebih lengkap dan disempurnakan. Webinar ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran mengenai Deklarasi Djuanda, dimana beliau juga merupakan alumni ITB,” tambahnya.

Penulis yang berkontribusi dalam penulisan buku Deklarasi Djuanda ini adalah Dipl.-Ing Lilly S. Wasitova (Program Doktoral Universitas Pertahanan, Bidang Studi Ilmu Pertahanan), Cara Mariko (Anggota IATK ITB, STEAM 83), Dr. Ir. Saswinadi Sasmojo (Anggota Kehormatan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, AIPI), dan Arini Tathagati (Anggota IATK ITB, pemerhati sejarah).

Menurut Dr. (HC) H. Suharso Monoarfa, buku Deklarasi Djuanda merupakan buku yang menginspirasi dan menggugah semua pihak akan Deklarasi Djuanda, yang memberikan isyarat bahwa membangun bangsa dan perekonomian harus berdasar pada potensi dan kedaulatan negara kepulauan.

“Deklarasi Djuanda yang dicetuskan oleh Ir. Djuanda Kartawidjaja bukan hanya sekedar milestone negara kita, tapi ini merupakan sebuah game changer yang mendasar tentang bagaimana kita memahami dan kemudian mastering atau menguasai wilayah negara bangsa kita dan disampaikan dalam satu bentuk proklamasi kepada dunia bahwa Indonesia adalah archipelagic state,” ujar Suharso.

Reporter: Christopher Wijaya, Sains dan Teknologi Farmasi 2016