ITB dan Balai Penelitian DhOMiri Kembangkan Purwarupa Pradiagnosa Virus Corona

By Adi Permana

Editor Adi Permana

*Sumber foto: Freepik

BANDUNG, itb.ac.id -- NaPas adalah purwarupa (prototype) aplikasi pradiagnosa COVID-19. Purwarupa ini dapat melakukan kerja pradiagnosa paru-paru, saluran napas, dan menghitung jumlah siklus napas serta kisaran amplitudonya dari proses pemilahan suara rekaman napas. Purwarupa ini dapat digunakan hanya dengan piranti handphone sederhana.

Purwarupa tersebut dikembangkan oleh Balai Penelitian Dhomiri bekerjasama dengan Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK), Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB. Adapun tim peneliti Purwarupa Aplikasi PraDiagnosa ini di antaranya adalah Dr. Ria Lestari Moedomo (Balai Penelitian Dhomiri), Dr. Ary Setijadi Prihatmanto (STEI-ITB) dan tim NaPas dengan berbasis MATLAB.

“Tujuan dibuat NaPas sendiri pertama, untuk pradiagnosa covid-corona. Kedua, untuk meningkatkan keprihatinan (awareness) masyarakat terhadap COVID-19 dengan menyediakan sarana untuk melakukan pradiagnosa secara dini dan berdikari. Sehingga setiap pribadi masyarakat dapat melakukan pencegahan dan penanggulangan secara dini terhadap serangan/penyebaran covid-corona selanjutnya,” ujar Dr.Ria Lestari Moedomo saat dihubungi Humas ITB, Kamis (22/10/2020).

Dr. Ria mengatakan, aplikasi tersebut dapat menyediakan fungsi-fungsi yang komprehensif untuk masyarakat dalam rangka mencegah, mengurangi, dan menanggulangi penyebaran COVID-19 terutama fungsi pradiagnosa dan integrasi napas dengan fungsi contact-tracing dari GOOGLE-MAPS dan/atau provider Telekomunikasi Selular dan integrasi napas dengan fungsi isolasi/karantina mandiri.

Alur kerja aplikasi pradiagnosa tersebut adalah sebagai berikut. Ketika pasien melapor maka paramedis akan datang ke lokasi dan melakukan pradiagnosa, atau pasien sendiri bisa langsung pakai HP untuk melakukan pradiagnosa. Suara napas hidung direkam antara 10-15 detik dengan memakai mikrofon dan software perekam di HP/tablet. Berkas rekaman suara napas dikirimkan ke server sentral melalui e-mail, atau nanti melalui Whatsapp secara otomatis.

Dengan pemakaian MATLAB, spektrum signal digital diolah untuk mendapatkan bentuk signal garis. Signal garis ini akan dibandingkan dengan pola-pola napas referensi virus COVID-19, untuk ditarik kesimpulan apakah pola napas rekaman menyerupai satu dari pola napas referensi virus COVID-19. Apabila iya, ditarik kesimpulan pasien diduga menderita virus corona.

“Di samping fungsi pradiagnosa yang sederhana, berdikari, dan mobile, aplikasi NaPas ini akan diintegrasikan dengan fasilitas contact-tracing dari GOOGLE-MAPS dan/atau Telekomunikasi Selular dan fasilitas dari penyedia layanan isolasi/karantina mandiri untuk memberikan solusi yang komprehensif kepada para penderita/penyintas covid,” tambah Ria.

Mengenai pengujian, ia menjelaskan, hasil pengujian di Bandung selama pandemik covid-corona baru dilakukan terhadap lima orang yang dipradiagnosa dengan hasil pradiagnosa paru-paru saja dari server naPas di Dhomiri karena fungsi pradiagnosa saluran napasnya masih harus dimodifikasi dan fungsi siklus napas yang berjalan ada di server naPas di ITB. “Sedangkan hasil pengujian sebelumnya jauh lebih banyak karena naPas telah banyak mengikuti pameran-pameran di ITB dan telah banyak diujicobakan kepada para pengunjung pameran-pameran ITB tersebut,” ungkapnya.