Berita / Utama

Mahasiswa ITB, Vanessa Kembali Raih 3 Emas dalam Ajang Ice Skate Asia

Adi Permana - Senin, 26 Agustus 2019, 11:56:11 - Diperbaharui : Selasa, 27 - Agustus - 2019, 16:22:53

*Aksi Vanessa Susanto pada lomba Ice Skate Asia 2019. (Foto: Dok. Pribadi)

BANDUNG, itb.ac.id – Vanessa Susanto, mahasiswi Arsitektur ITB, kembali mendulang emas dalam kompetisi ice skating tingkat internasional. Kali ini, Vanessa berhasil meraih tiga emas untuk tiga kategori lomba berbeda dalam Ice Skate Asia, 5 Agustus 2019 di Bangkok, Thailand. 


Vanessa sukses meraih emas dalam kategori teknik freestyle 3, artistic freestyle 3, dan foot work freestyle. Untuk kategori artistic freestyle, lombanya berfokus pada interpretasi musik dan koreografi. Sementara foot work freestyle adalah cabang perlombaan yang baru pertamakali Vanessa ikuti.

Dalam mengikuti lomba tersebut, terutama untuk kategori foot work style, Vanessa harus berlatih selama tiga bulan lamanya. Bahkan saat dirinya disibukkan dengan kegiatan kuliah praktikum (KP), ia masih menyempatkan diri untuk berlatih selama dua pekan sekali. Semakin dekat dengan kompetisi, frekuensi latihan yang ia lakukan semakin padat, hingga empat kali dalam sepekan selama enam jam. 

Disampaikan Vanessa, jumlah negara yang mengikuti kompetisi ini sebanyak 15 negara tidak hanya dari Asia Tenggara, tapi juga dari Tiongkok, Hongkok, bahkan Amerika Serikat. Bagi Vanessa, ini kali kesembilannya ia mengikuti kompetisi ice skating, sedangkan untuk kompetisi Skate Asia sendiri, ini adalah lomba ketigakalinya sejak 2017 silam.

Meskipun sudah mengantongi medali sebanyak 28 buah, dengan mayoritas emas, ia tetap selalu berlatih dan ikut dalam berkompetisi. Alasannya karena jam terbang. Ia mengakui bahwa dalam cabang olahraga ice skating, tidak ada jaminan akan selalu menang. 

“Kalo di ice skating, kalau kamu jago, kamu belum tentu selalu menang, karena berhubungan dengan jam terbang,” ujar mahasiswi angkatan 2016 itu.

Ia juga mengakui bahwa dalam kompetisi, menguasai teknik dan mempunyai kemampuan saja tidak cukup. Tapi terdapat tantangan untuk menaklukkan diri sendiri, menjadi percaya diri dan yakin saat melenggang di atas es. 

“Kita harus menaklukkan diri kita sendiri dan jadi diri kita sendiri, itu tantangan yang paling susah,” ujarnya.

Hal lain yang membuat Vanessa tetap ikut dalam kompetisi adalah ia bisa merasakan momen yang tidak bisa terbeli dan terbayar oleh apapun. Salah satunya adalah momen ketika ia dapat mengibarkan bendera Indonesia di podium dan membanggakan orang tua, pelatih, serta negaranya sendiri. 

“Ada kebanggaan tersendiri ketika mengibarkan bendera di podium, juga ada rasa puas sudah memberikan penampilan terbaik untuk pelatih dan orang tua yang gak bisa dijual dan gak bisa dibeli dengan apapun,” tutur Vanessa. 

Dalam rangka mengapresiasi prestasi yang telah ditorehkan Vanessa, ITB memberikan penghargaan Ganesha Karsa saat acara Peresmian Penerimaan Mahasiswa Baru 2019 Program Sarjana di Sabuga, 5 Agustus lalu. Namun Vanessa tak dapat hadir karena pada saat yang sama, ia sedang mengikuti kompetisi ice skatting tersebut di Thailand.

Reporter: Moch. Akbar Selamat (Manajemen, 2020)