Berita / Utama

Tim Mahasiswa ITB Pertahankan Juara Kompetisi Cyber Security

Adi Permana - Senin, 15 Oktober 2018, 17:05:28 - Diperbaharui : Selasa, 16 - Oktober - 2018, 19:21:23

*Foto: Freepik.com

BANDUNG, itb.ac.id - Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam kompetisi Cyber Jawara di rangkaian acara CodeBali 2018. Tim yang beranggotakan Jason Jeremi Iman (Teknik Informatika, 2014), Aufar Gilbran (Teknik Informatika, 2013), dan Muhamad Visat Sutarno (Teknik Informatika, 2013) ini berhasil meraih peringkat pertama dan akan mewakili Indonesia di Thailand pada ajang Cyber SEA Games untuk tingkat Asia Tenggara.


Cyber Jawara merupakan sebuah kompetisi cyber security dengan mencari celah keamanan dan memperbaikinya. Peserta pada kompetisi ini berasal dari semua kalangan termasuk siswa, mahasiswa, hingga suatu bidang profesi sekaligus seperti TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang juga ikut pada kompetisi ini. Diselenggarakan oleh Id-SIRTI/CC, acara ini berlangsung pada 9-12 Oktober 2018 di Hotel Padma, Legian, Bali.

Pada tahap penyisihan, terdapat 177 tim yang ikut bertanding, kemudian 10 tim teratas dinyatakan lolos final. Namun, total peserta tahap final adalah 18 tim dengan 8 tim merupakan tim undangan. Tim yang diberi nama 'JAV' ini merupakan peserta final undangan karena sudah menjadi juara juga pada kompetisi yang sama di tahun sebelumnya. Mereka berhasil menjuarai kompetisi ini dan mewakili Indonesia di tingkat ASEAN di ajang Cyber SEA Games dan meraih peringkat pertama. Selanjutnya, tim ini melaju ke tingkat internasional dan meraih peringkat 8 pada ajang SECCON.

"Harapannya tahun ini tim kami lebih baik dari tahun kemarin," ungkap Jason salah satu anggota Tim JAV. Jason juga mengungkapkan jika mereka kembali berhasil meraih peringkat pertama pada tingkat ASEAN di Bangkok, Thailand, selanjutnya mereka akan berlaga pada SECCON di Jepang. "Dalam persiapannya kami melakukan latihan rutin bersama secara online dengan mengerjakan latihan soal dan menerapkan teknik yang lebih baik," pungkas Jason. 

Menurut Jason, kompetisi yang berlangsung non stop selama delapan jam ini menambah ilmu mereka dalam bidang informatika, serta dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah didapat sebelumnya.

Reporter: Irfan Ibrahim