Berita / Obituari

Obituari Dr. Budi Brahmantyo, Sosok Dosen ITB yang Rendah Hati dan Murah Senyum

Ahmad Fadil - Senin, 30 April 2018, 19:11:02 - Diperbaharui : Selasa, 1 - Mei - 2018, 09:24:31

BANDUNG.itb.ac.id - Kabar duka datang dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Telah meninggal  dunia Dr. Ir. Budi Brahmantyo M.Sc., staf pengajar di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB pada hari Sabtu (28/4/2018).

"Almarhum mengalami kecelakaan di Km 145 Tol Cileunyi saat sedang dalam perjalanan menuju Gunung Papandayan Garut bersama rekan-rekan alumni 82 ITB, " ujar Samitha Dewi Djajanti, Direktur Humas dan Alumni ITB.

Lahir di Bandung tanggal 19 Desember 1962, Budi memulai karir sebagai dosen di ITB pada tahun 1990. Sebagai salah seorang pakar di ITB, Budi banyak berkecimpung pada bidang Geologi Terapan terutama dalam berbagai pekerjaan pengembangan kepariwisataan kota di Indonesia. Budi juga merupakan Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P2PAR) ITB. Almarhum juga pernah menjadi Ketua Kelompok Riset Cekungan Bandung. Sebelumnya di tahun 2012 hingga 2016, Budi sempat menjabat sebagai Ketua Program Studi Sarjana Geologi FITB ITB. 

Salah seorang sahabat mengaku kaget saat mendengar kabar meninggalnya Budi. Beliau adalah Dr. Miming Mihardja, yang juga Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi (WRAAK) ITB.

Dr. Miming langsung menyampaikan dukanya yang mendalam atas berpulangnya sahabatnya itu. Dirinya mengenang Budi sebagai sahabat yang baik dan sering bersama-sama melakukan pekerjaan perencanaan dan pengembangan wilayah kota.

Tim Planologi ITB memang sering melakukan kerja bersama Tim Geologi untuk analisis kelayakan dari sisi geologi, hidrologi dan sebagainya. “Beliau orang yang menyenangkan, almarhum sangat konsisten dan memiliki disiplin yang tinggi dalam mengerjakan analisis-analisis yang diperlukan. Juga sifat persahabatannya luar biasa. Jadi kalau pergi ke lapangan sama beliau itu selalu menciptakan suasana yang ceria dengan joke-jokesnya,” kenang Dr. Miming.

Tidak hanya menyenangkan, sosok Budi Brahmantyo juga dikenal aktif menulis. Hal ini terlihat dari catatan google scholar dan blog yang dimilikinya. Budi bersama sejumlah peneliti tercatat pernah mengeluarkan publikasi berjudul Environmental Parameters Controlling Stalagmite Growth in Tropical Areas: New Insights from Cave Monitoring at Petruk Cave, Central Java, Indonesia (2018), dan beberapa buku seperti Geowisata Bali Nusa Tenggara (2014), Wisata Bumi Cekungan Bandung (2009), Geologi Cekungan Bandung (2005). Budi juga merupakan penemu fosil manusia prasejarah di Goa Pawon Padalarang, Bandung Barat di tahun 1999, hingga pada waktu itu diputuskan Goa Pawon sebagai salah satu daerah yang dilindungi oleh Pemerintah.

Sivitas akademika dan segenap keluarga besar ITB turut berduka dan sangat kehilangan beliau sebagai salah seorang pakar Geologi terbaik di ITB. "Banyak hal yang bisa diteladani dari kebaikan-kebaikan almarhum semasa hidupnya," kata Miming.