Youth Excursion and International Symposium 2017 : Sarana Kembangkan Potensi Diri

M. Armando Siahaan | Senin, 25 September 2017, 06:23:42 | Lihat foto berita ini

BANDUNG, itb.ac.id - Dalam beberapa tahun kedepan, Indonesia akan menghadapi bonus demografi, yaitu keadaan ketika jumlah penduduk usia produktif dalam suatu negara lebih banyak daripada jumlah penduduk usia nonproduktif. Kedepannya para pemuda akan menghadapi banyak tantangan dan persaingan dalam berbagai aspek. Untuk itu, para pemuda perlu untuk mengembangkan potensi diri sejak dini agar dapat bersaing di masa depan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan potensi diri adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan tingkat Internasional. Hal inilah yang dilakukan oleh mahasiswa Rekayasa Kehutanan ITB angkatan 2015, Fitri Nurul Kamila. Fitri terpilih menjadi delegasi dari ITB untuk mengikuti Youth Excursion and International Symposium 2017, di Seoul, Korea Selatan pada Jumat – Kamis (08-14/09/17) silam. Tema yang diangkat dalam kegiatan tahun ini adalah Innovative and Creative Industry for Development.

Rangkaian Kegiatan Simposium

Dalam kegiatan ini, Fitri dan ke-34 delegasi lainnya dikenalkan dengan negara Korea Selatan. Pembangunan ekonomi di Korea Selatan sendiri terbilang cepat. Untuk, negara ini dipilih menjadi tuan rumah pelaksanaan simposium agar para delegasi dapat mempelajari berbagai aspek yang memengaruhi pertumbuhan eknomi di Korea Selatan.

Selama berada di Korea, para delegasi dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang menarik. Pertama-tama, para delegasi diajak untuk melakukan market research dan city challenge. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempelajari pangsa pasar dan jenis barang dan jasa apa saja yang sedang berkembang pesat di Korea Selatan. Untuk melaksanakan kegiatan ini, para delegasi dibagi menjadi beberapa kelompok dan diminta melakukan survey pada beberapa pasar besar di Seoul seperti Myeongdong, Dongdaemun, dan Namdaemun. Di pasar tersebut, para delegasi dituntut untuk melakukan wawancara kepada para penjual terkait harga barang, penjualan, kualitas barang, dan perbandingan barang yang dijual.

Setelah itu, para delegasi diajak mengunjungi berbagai tempat wisata yang menyimpan nilai budaya Korea yang tinggi. Contohnya adalah National Folk Museum, Hanok Bukcheon Village, dan Namsan Tower. Di berbagai tempat ini, para delegasi dituntut untuk membuat video dokumentasi. Tak hanya itu, para delegasi juga diminta untuk mencari tahu mengapa sektor pariwisata Korea Selatan bisa berkembang pesat.

Tak lupa, para delegasi juga diajak untuk mengunjungi Seoul Global Startup Center (SGSC). Di tempat ini terdapat banyak start up yang bekerja sama dengan pemerintah Korea Selatan dan difasilitasi oleh SGSC. Dalam kegiatan ini, para delegasi diberitahu tentang prosedur pembangunan bisnis di Korea Selatan serta kemudahan mendapatkan fasilitas untuk membangunnya. Dengan melihat langsung SGSC, para delegasi diharapkan dapat memiliki pengetahuan lebih tentang pembangunan start up dan bisnis, serta berkeinginan untuk menjadi wirausahawan. Di samping itu, para delegasi juga diajak untuk mengunjungi stasiun televisi Kbs. Di sini, para delegasi dikenalkan pada industri kreatif di Korea Selatan.

Di akhir rangkaian kegiatan, para delegasi diminta untuk mempresentasikan hasil survey, research, dan model bisnis yang sudah dibuat. Setelah itu, diadakan disukusi untuk membahas hasil yang telah dipresentasikan oleh setiap kelompok. Pada akhir sesi, para delegasi disuguhi materi tentang peran pemuda dalam pembangunan negri melalui ide-ide kreatif.

Harapan Ke Depannya


Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, Fitri berharap dapat meningkatkan kemampuan leadership (kepemimpinan) yang ada pada dirinya. Fitri juga berharap dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat selama kegiatan tersebut. Pada masa depan, Fitri juga ingin berkontribusi dalam pembangunan Indonesia yang lebih baik, secara khusus dalam bidang ekonomi dan perindustrian. Tetapi, Fitri juga berharap pembangunan yang berlangung di Indonesia harus tetap memerhatikan aspek lingkungan hidup.

Setelah mengikuti kegiatan ini, Fitri mengalami berbagai perubahan yang positif. Fitri merasa dirinya menjadi lebih terbuka, mampu menyampaikan pendapat dengan lebih baik, serta lebih solutif. Untuk itu, Fitri merasa perlu mengikuti berbagai kegiatan sejenis di masa depan untuk mengasah kemampuannya. Fitri juga mengajak para mahasiswa ITB untuk terus mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan positif. “Mari bersama-sama mempersiapkan diri agar dapat berkontribusi untuk Indonesia”, tutupnya.


Sumber Gambar : Dokumentasi Narasumber