Tantangan Perguruan Tinggi Masa Depan dalam Menghadapi Fenomena Disruptive Dunia Pendidikan

Fivien Nur Savitri, ST, MT | Jumat, 18 Agustus 2017, 23:35:58 | Lihat foto berita ini | Diperbaharui : Minggu, 20 - Agustus - 2017, 06:57:07

BANDUNG, itb.ac.id - Salah satu bentuk persiapan awal semester, ITB rutin menggelar pertemuan staff pengajar/dosen di Fakultas/Sekolah dengan pimpinan tiga pilar ITB yang disebut dengan Temu Awal Semester. Ini merupakan pertemuan dimana Ketua MWA, Ketua Senat dan Rektor ITB dalam satu waktu memberikan paparan di tempat yang sama dan dapat berdiskusi dengan staff-staff pengajar di ITB. 


Tantangan Perubahan di Dunia Pendidikan

Bertempat di Aula Barat ITB, Selasa, tanggal 15 Agustus 2017, Ir. Betty S Alisjahbana selaku Ketua MWA ITB memaparkan tantangan-tantangan yang akan dihadapi Perguruan Tinggi di dunia akibat kemajuan teknologi. Betty Alisjahbana mengemukakan bahwa tidak hanya perusahaan-perusahaan besar kelas dunia yang telah mengalami disrupted (terganggu) dengan hadirnya teknologi masa kini. Perguruan Tinggi pun terancam disrupted bila tidak segera melakukan perubahan dan menyesuaikan peranannya di dunia pendidikan. Perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat akibat pengaruh kemajuan teknologi membuat beberapa pekerjaan terancam hilang tergantikan dengan jenis-jenis pekerjaan baru sehingga sumber daya manusia harus dipersiapkan untuk menghadapi datangnya era masa depan tersebut.

Beberapa kemajuan teknologi yang memiliki pengaruh besar di dunia pendidikan nantinya paling banyak didominasi oleh hadirnya teknologi informasi. Seperti halnya 3D Digital Printing, Virtual and Augmented Reality , Gamification, Artificial Intelligent, dan Learning Analytics. Tema personalisasi akan tiba di era masa depan, dimana nanti peneliti dapat mencetak alat penelitian secara presisi menggunakan 3D Digital Printing. Distance Learning yang akan membuat pengalaman kuliah seakan-akan berada dalam ruangan yang sama dengan hadirnya teknologi Virtual and Augmented Reality. Konsep permainan online (Gamification) dalam dunia pendidikan yang akan membantu para pendidik untuk bisa membangun motivasi di kelas-kelas sehingga mahasiswa lebih terpacu untuk terlibat didalam bentuk permainan tersebut. Kurikulum standar yang saat ini masih digunakan akan beralih ke kurikulum modular dimana masing-masing mahasiswa dapat membuat kombinasi modul mata-kuliahnya sesuai kebutuhan unik dari para pemberi kerja melalui modul-modul yang tersedia.


Pengaruh Teknologi Pada Pekerjaan

Namun demikian, meskipun pengaruh teknologi pada pekerjaan akan menghilangkan beberapa pekerjaan dan menciptakan jenis-jenis pekerjaan-pekerjaan baru, terdapat pekerjaan-pekerjaan lain yang tidak dapat diambil alih oleh teknologi (robot) yaitu pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan pemikiran, pertimbangan, pengetahuan dan seni. Ini adalah tantangan bagi dunia pendidikan, tak terkecuali ITB dalam menyiapkan lulusannya agar dapat bersaing di dunia kerja masa depan. Dunia pendidikan dikatakan Betty Alisjahbana, secara umum saat ini masih menyiapkan lulusaannya untuk pekerjaan abad ke-20. 

Sebagai penutup, Betty menyampaikan pandangannya tentang Universitas berbasis riset masa kini versus Universitas berbasis riset masa depan. Kesuksesan Universitas berbasis riset masa depan tidak lagi mengejar ranking namun terletak pada besaran kontribusi pada ekonomi dan kemajuan sosial serta berorientasikan pada kelompok lintas multidisiplin ilmu.