Bu Handayani: Inovasi Mahasiswa ITB dalam Lingkup Parenting

Cintya Nursyifa | Jumat, 14 Juli 2017, 01:47:42 | Lihat foto berita ini

Kertosono, itb.ac.id - Jiwa berkarya sangat relevan jika bernafaskan kepekaan di lingkungan sekitar. Prihatin akan kondisi remaja Indonesia, 2 mahasiswa ITB merancang aplikasi berbasis pendidikan dalam keluarga. Ide ini dimanfaatkan sebagai inovasi berkarya yang direalisasikan Angga Fauzan ( Desain Komunikasi Visual 2012), Arjun Sumarlan ( Teknik Fisika 2014), dan Zulfikar (UIN Bandung) dalam suatu aplikasi bernama Bu Handayani.

Problematika perlakuan yang seimbang bagi para remaja masih perlu dikaji lebih dalam. Pasalnya hal ini sulit terealisasi dan masih mengenyampingkan bakat, karakter, minat, dan kepribadian remaja terutama di sekolah. Zul yang berpengalaman dan berlatarbelakang keilmuan psikologi banyak dapat insight dari kalangan orangtua bahwa mereka bingung bagaimana harus belajar menjadi orangtua yang baik dari berbagai aspek.


Menurut praktisi dan ahli kejiwaan, keluarga dibangun sejak sebelum pernikahan, termasuk bagaimana menyiapkan diri dalam berkeluarga, masa kehamilan, mengasuh balita dan anak-anak. Angga percaya bahwa membangun bangsa sangat bisa dimulai dari membangun keluarga yang cerdas dan baik. "Plato pun berkata demikian, bahkan di buku Politik-nya, di bagian awal dia banyak membahas soal keterkaitan elemen keluarga terhadap suatu wilayah," tutur Angga.


Aplikasi dari keilmuan yang dipelajari di ITB ternyata mampu menjadi modal realisasi start-up ini. Dalam hal seni, ini salah satu kegiatan menciptakan produk yang memiliki user interface dan user experience bagi segmen. Masih terkait seni dan desain, yang jelas adalah bagaimana membangun brand identity dari start-up ini. Hal ini bukan sekadar point of difference, tapi point of loyalty juga. Basis teknologi diaplikasikan dalam digital parenting platform yang tentunya membutuhkan keahlian di bidang teknologi informasi.


Sederhananya, start-up ini menyediakan sebuah platform aplikasi smartphone yang mudah digunakan dan diakses oleh orangtua maupun calon orangtua. Mulai dari artikel parenting, tracking system kehamilan dan perkembangan balita, e-commerce untuk kebutuhan anak dan rumah tangga, jasa konsultasi psikologi dan sebagainya. Terdapat pula tracking system layaknya Kartu Menuju Sehat (KMS) bagi ibu hamil dan balita di posyandu.


Angga dan tim, menjalin kemitraan dengan biro psikologi dan komunitas orangtua maupun institusi pendidikan. Pendekatan psikologi dan keilmuan tersebut merupakan added value yang menyajikan insight yang lebih reliable. ITB melalui ajang inkubasi bisnis yang diprakarsai oleh Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK), Appcelerate 2017, memberikan berkesempatan bagi mahasiswa dan alilumni untuk berkarya. Appcelerate pun memfasilitasi start-up, salah satunya Bu Handayani guna mendapat dukungan investor.