Kapita Selekta, Wujud Berbeda Kuliah Persiapan Tugas Akhir Teknik Fisika ITB

By Diviezetha Astrella Thamrin

Editor -

BANDUNG, itb.ac.id - Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen tinggi dalam menjaga kualitas edukasi mahasiswanya, setiap program studi ITB mewajibkan sebuah mata kuliah persiapan tugas akhir bagi mahasiswa tingkat akhirnya. Teknik Fisika ITB, salah satu program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Teknologi Industri ITB pun memiliki mata kuliah ini dengan pengemasan yang sedikit berbeda, yaitu Kapita Selekta.

Kapita Selekta adalah sebuah mata kuliah untuk mempersiapkan mahasiswa tingkat akhir Teknik Fisika dalam penyusunan skripsi. Selain sebagai sarana persiapan, mata kuliah ini juga menuntun mahasiswa agar dapat menyiapkan skripsinya dengan lebih tepat dan terarah. Menariknya, kuliah digelar dengan mendatangkan pembicara-pembicara inspiratif yang telah menggeluti dunia kerja dalam bidang fisika terapan.

Kuliah Kapita Selekta pernah mendatangkan Yusvi Adi Mustofa, alumni Teknik Fisika ITB yang bekerja di PT PLN KITSBU sektor Belawan, Medan, Sumatera Utara, sebagai narasumber. Pada sesi kuliahnya, Yusvi memaparkan penjelasan-penjelasan mengenai PLN secara umum, gambaran mengenai PT PLN, implementasi manajemen aset pembangkitan, serta learning point. Kuliah interaktif ini diisi pula dengan sesi tanya jawab interaktif dengan mahasiswa pada setiap penjelasan yang dibahas.

Ir. R. Sugeng Joko Sarwono, Ph.D., dosen pembimbing Kapita Selekta, sangat terkesan dengan salah satu semboyan yang disampaikan Yusvi pada kuliahnya, "Stay foolish and stay hunger, don't business as usual!". "Semboyan unik ini akan membuat kita tetap membumi, santun, serta tidak cepat merasa puas apabila telah berhasil mencapai sesuatu," ujarnya.

Undang Presiden Direktur Rolls-Royce Indonesia

Kuliah Kapita Selekta pernah mengundang pula Presiden Direktur Rolls-Royce Indonesia, Adrian Short, dan Ketua Program Lead Electrical Power & Control Systems Advanced Technology Center Rolls-Royce Singapore, Ricky Chan. Rolls-Royce sebagai perusahaan global yang bergerak dalam bidang defence aerospace, civil aerospace, kelautan, dan energi memang membutuhkan beberapa bidang ilmu yang berpotongan dengan disiplin ilmu Teknik Fisika.

Pada kuliahnya, Ricky menjelaskan bahwa Rolls-Royce tidak lagi memproduksi mobil mewah karena laba dan persaingan di dunia otomotif yang tinggi saat ini. Kini Rolls-Royce beralih pada penjualan mesin-mesin pesawat yang labanya berkali-kali lipat dibandingkan penjualan mobil meskipun pasarnya sangat sedikit. Mengingat produk-produk yang dihasilkannya tidak dijual ke masyarakat umum, Rolls-Royce juga memiliki nilai yang selalu dipegang sebagai strategi bisnisnya. "Trusted to Deliver Excellence adalah nilai utama yang dipegang oleh semua orang yang berada di Rolls-Royce," tutur Ricky.

Kuliah diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan kepada para narasumber oleh Dr. Mohammad Kemal Agusta dan penutupan oleh Joko Sarwono. Dengan kuliah Kapita Selekta ini, para mahasiswa dapat mengambil berbagai informasi dan memperluas wawasan dari para narasumber inspiratif yang diundang.

 

Dari berbagai sumber.