Berita / Utama

Mahasiswa ITB Galang Bantuan untuk Korban Banjir Jakarta

Ahmad Furqan Hala - Sabtu, 26 Januari 2013, 07:18:26
BANDUNG, itb.ac.id - Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir di Bandung Selatan, mahasiswa ITB kembali menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Islam ITB (Gamais ITB), Pengabdian Masyarakat Keluarga Mahasiswa ITB (PM KM-ITB), Korps Relawan Salman (Korsa), dan Gerakan Kampuspeduli ini akan menyalurkan bantuannya pada Sabtu dan Minggu (26-27/01/13). Bantuan ini akan didistribusikan untuk korban banjir yang ada di daerah Jakarta dan Karawang.

Bantuan untuk korban banjir ini diinisiasi oleh Gamais ITB yang kemudian berkoordinasi dengan PM KM-ITB yang diketuai oleh Maundri Prihanggo (Teknik Geodesi dan Geomatika 2008) serta Korsa dan Gerakan Kampuspeduli. PM KM-ITB bertugas untuk mengoordinasikan bantuan dari himpunan mahasiswa yang berada di bawah Keluarga Mahasiswa ITB. Sedangkan Korsa dan Kampuspeduli akan mengoordinasikan kegiatan di lokasi yang akan didatangi nanti.

Pengumpulan bantuan ini terbuka untuk umum. Bantuan dapat berupa pakaian, selimut, obat-obatan, buku, bantuan dana dan bantuan lainnya yang dibutuhkan oleh korban banjir. Untuk bantuan barang dapat dikumpulkan paling lambat Jumat (25/01/13) di Sekretariat Keluarga Mahasiswa ITB di Campus Centre Barat, ITB. Untuk bantuan dana, dapat disalurkan melalui rekening BNI 0199210067 a.n Ahmad Shofwan.

Penyaluran bantuan pada hari Sabtu dan Minggu juga dapat diikuti oleh umum. Hanya saja relawan yang ingin ikut dibatasi dan harus melakukan konfirmasi pada pihak-pihak terkait, baik PM KM-ITB, Gamais ITB, Korsa maupun gerakan Kampuspeduli. Rangkaian kegiatan yang akan dilakukan di lokasi nanti akan beragam. Tidak hanya penyaluran bantuan melainkan juga kegiatan-kegiatan yang menghibur korban banjir di lokasi.

"Selain menyalurkan bantuan, kami juga ingin mengadakan semacam kegiatan serupa pain-relieve atau semacam shock therapy untuk para korban banjir tersebut. Sasaran untuk bantuan kami tidak tertutup untuk masyarakat dengan jenjang tertentu tapi ditargetkan untuk semua kalangan masyarakat yang ikut terkena dampak banjir ini," kata Maundri.

Mengenai pendistribusiannya, Maundri mengatakan bahwa relawan yang akan membantu nantinya akan dibagi menjadi dua sesuai lokasi yang akan didatangi, Karawang dan Jakarta. Selanjutnya relawan-relawan ini akan dikoordinasi lebih lanjut di lokasi oleh Korsa maupun Kampuspeduli.

Dengan dilakukannya penyaluran bantuan ini diharapkan korban bencana banjir dapat terbantu dan terhibur melalui kegiatan-kegiatan yang dilakukan tersebut. Selain itu, diharapkan juga mahasiswa ITB dapat menumbuhkan rasa empatinya sehingga di kemudian hari, jika terjadi peristiwa seperti ini lagi, hal-hal serupa dapat dilakukan lagi.

Koordinasi Dengan Dosen dan Staf Ahli


Penyaluran bantuan untuk korban bencana banjir ini menjadi langkah awal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa ITB untuk mengatasi permasalahan banjir yang tiap tahun selalu ada hingga saat ini. Saat ditanyai mengenai langkah lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan ini, Maundri mengatakan bahwa untuk ke depannya, akan dilakukan koordinasi dengan dosen dan staf ahli.

"Permasalahan banjir ini sebenarnya sangat kompleks dan rumit. Permasalahannya ibarat berasal dari hulu ke hilir. Sebelumnya saat memberi bantuan untuk korban banjir di Bandung Selatan, sudah ada ide untuk mencegah banjir dengan pembuatan biopori. Akan tetapi belum dilakukan follow-up lagi mengenai ide tersebut ini. Sejauh ini kami juga selalu berkonsultasi dengan dosen-dosen untuk setiap langkah yang kami lakukan. Untuk ke depannya kami akan mencoba melakukan diskusi dengan dosen-dosen dan staf ahli dari berbagai program studi, seperti Perencanaan Wilayah dan Kota, Geodesi dan Geomatika, Arsitektur dan Teknik Sipil untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut."

Selain itu, dibutuhkan juga partisipasi aktif dari masyarakat secara langsung untuk mengatasi  banjir ini. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan juga dapat mengurangi resiko terkena banjir.

 

Sumber foto : http://sidomi.com dan http://beritalingkungan.com