IA ITB Selenggarakan Sarasehan Kebangsaan

By Muhammad Fikri

Editor -

Sarasehan KebangsaanBANDUNG, itb.ac.id - Ikatan Alumni ITB (IA-ITB) menyelenggarakan Sarasehan Kebangsaan pada Sabtu (24/11/12). Sarasehan ini merupakan bentuk upaya dalam menciptakan kemandirian bangsa demi terciptanya kedaulatan ekonomi nasional yang berbasis daya saing, dan sekaligus dapat mengembangkan agenda kesejahteraan rakyat. Bertempat di Aula Barat dan Aula Timur ITB, acara dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa sebagai keynote speaker.

Bertemakan Menyongsong Era Baru Nasionalisme Ekonomi, kegiatan ini dihadiri oleh 400 undangan yang terdiri dari di antaranya aktivis LSM/ormas, birokrat, budayawan, kepada daerah provinsi dan kabupaten/kota, media/jurnalis, pemuka agama, akademisi, pemuka masyarakat adat, pengusaha, dan tokoh-tokoh daerah.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia raya oleh seluruh peserta. "Selamat datang kembali para alumni ke kampus ITB. Kami menyambut baik sarasehan yang diselenggarakan oleh IA ITB. Semoga acara ini menjadi tempat untuk bertukar informasi dan kemudian dapat berpartisipasi untuk membangun Indonesia," ujar Rektor ITB Prof. Akhmaloka dalam sambutannya.

Ketua Pelaksana Sarasehan Hendry Harmein menyampaikan bahwa sejarah bangsa-bangsa di dunia membuktikan bahwa majunya sebuah negara ditopang oleh semangat nasionalisme yang kuat pada jiwa individu-individu bangsa tersebut. Hendry yang juga ketua IA ITB Jakarta menyatakan bahwa di tengah dunia yang sedang bergejolak, persaingan antar bangsa yang ketat, perekonomian yang semakin terbuka, maka bangsa Indonesia perlu bersama-sama menggalakan gagasan baru, Nasionalisme Ekonomi Indonesia.

Kegiatan sarasehan ini berlangsung selama sehari penuh, diisi dengan diskusi panel, rekomendasi sarasehan dan ramah tamah. Pelaksanaan sarasehan dibagi menjadi enam tematik berdasarkan tema besar era baru nasionalisme Indonesia, yakni Pembangunan Agroindustri Menuju Kemandirian Pangan, Skenario Membangun Kemandirian Energi Nasional.

Tema diskusi lainnya adalah Konektivitas Nasional Menuju Industri yang Berdaya Saing Tinggi, Skenario Kebijakan Moneter dna Fiskal yang Mendorong Sektor Riil dan Keuangan Menuju Ekonomi Nasional yang Kuat, Peningkatan Kesejahteraan Sosial Berbasis People Centered Development, dan Membangun Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Memihak Kepada Kepentingan Rakyat.


Dikutip dari beberapa sumber.