Berita / Utama

Membangun Karakter Pahlawan Dalam Diri Pemuda

Fathir Ramadhan - Minggu, 14 November 2010, 19:21:30
BANDUNG, itb. ac. id- Dalam rangka memperingati hari Pahlawan yang jatuh pada tanggal 10 November, Keluarga Mahasiswa Islam (Gamais) ITB bekerjasama dengan Keluarga Mahasiswa (KM) ITB dan Forum Silaturrahim Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia menyelenggarakan Talkshow Kepahlawanan pada Jumat (12/11/10) bertempat di GSG Salman ITB. Dengan tema Membentuk Karakter Pahlawan Indonesia, talkshow ini menghadirkan Dr. M. Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR RI periode 2004-2009 dan Dr. Syarif Hidayat, Ketua YPM Salman ITB sebagai pembicara.

Dalam diskusi ini Hidayat Nur Wahid memaparkan, "Untuk membentuk karakter kepahlawanan kita perlu belajar dari pahlawan." Hal itu bisa diperoleh dengan membaca biografi-biografi para pahlawan dan merefleksikan nilai positif mereka ke kehidupan kita, tambahnya.

Karakter Pahlawan Hasil Aktualisasi Diri

Pada awal diskusi Hidayat mengkaji definisi kata pahlawan, "Mungkin jika ditilik, kata pahlawan bisa berasal dari bahasa Indonesia, yaitu pahala dan wan yang berarti seorang manusia yang berjuang mengerjakan suatu kebaikan secara tulus."  Mungkin juga jika ditilik dari bahasa arab, kata pahlawan bisa berasal dari kata bahlawani yang bermakna akrobatik. Akrobatik berarti melakukan sesuatu yang luar biasa dengan tidak mementingkan dirinya sendiri, ungkapnya.

"Terlepas dari makna kata pahlawan itu sendiri, penting bagi setiap diri manusia untuk selalu menggali potensi-potensi diri," tutur Hidayat. Karena karakter-karakter yang dimiliki para pahlawan tidak langsung ada, melainkan hasil dari proses aktualisasi diri secara bertahap, lanjut beliau.

Syarif menambahkan bahwa situasi-situasi extraordinary mampu mengantar seseorang menjadi besar melaui caranya menangani situasi tersebut. "Dengan jiwa yang berdiri di atas kemampuan diri sendiri, kondisi ketidakidealan akan menuntun seseorang menemukan karakter-karakter pahlawan dalam dirinya," kata Syarif.

Kemudian Hidayat menuturkan, "Hal yang terpenting itu bukan menunggu hadirnya seorang pahlawan. Masing-masing individu bisa menjadi pahlawan dengan memberikan usaha maksimal dalam mengisi kemerdekaan." Setiap zaman mempunyai tantangan masing-masing. Untuk itu, setiap zaman pun memiliki pahlawannya masing-masing. Pahlawan itu bisa siapa saja, tergantung pada kapan seorang pemuda mau bergerak untuk merebut takdir kepahlawanannya, ungkap beliau.

 

Oleh: Hastri Royyani