Partisipasi Tim ITB dalam Shell Eco-Marathon Asia 2010

By Pengirim Lepas

Editor -

Shell Eco-Marathon (SEM www.shell.com/eco-marathon) adalah sebuah ajang kompetisi kendaraan untuk menempuh jarak terjauh dengan bahan bakar minimum. SEM dimulai tahun 1939 di Amerika Serikat oleh Laboratorium Riset Shell sebagai sebuah pertandingan kendaraan paling irit antar teman. Dalam bentuknya yang sekarang, SEM dimulai pada tahun 1985 di Prancis. Pada tahun 2007, SEM mulai diselenggarakan di benua Amerika and tahun 2010 di benua Asia. Ajang SEM, selain untuk mempromosikan efisiensi konsumsi bahan bakar untuk kendaraan bermotor juga untuk mempromosikan tantangan rekayasa di lingkungan pendidikan tinggi.
Shell Eco-Marathon (SEM www.shell.com/eco-marathon) adalah sebuah ajang kompetisi kendaraan untuk menempuh jarak terjauh dengan bahan bakar minimum. SEM dimulai tahun 1939 di Amerika Serikat oleh Laboratorium Riset Shell sebagai sebuah pertandingan kendaraan paling irit antar teman. Dalam bentuknya yang sekarang, SEM dimulai pada tahun 1985 di Prancis. Pada tahun 2007, SEM mulai diselenggarakan di benua Amerika and tahun 2010 di benua Asia. Ajang SEM, selain untuk mempromosikan efisiensi konsumsi bahan bakar untuk kendaraan bermotor juga untuk mempromosikan tantangan rekayasa di lingkungan pendidikan tinggi.

Shell Eco-Marathon Asia (SEM-Asia) tahun 2010 ini akan diadakan di sirkuit Sepang, Malaysia pada tanggal 8-10 Juli 2010. Saat ini sudah terdaftar lebih dari 112 tim dari 12 negara, yaitu Malaysia, Thailand, Pakistan, Iran, Philiphina, Cina, Vietnam, Indonesia, Jepang, Singapore, India dan Taiwan.

Indonesia diwakili oleh 9 tim dimana 3 diantaranya dari ITB. Perguruan Tinggi Indonesia lainnya yang ikut serta adalah UI, UGM dan ITS. Ketiga tim dari ITB masing-masing bernama Heave-EXIA, Rajawali dan Cikal beranggotakan tidak hanya mahasiswa Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), tetapi juga dari berbagai disiplin ilmu lain seperti Desain Produk, Desain Interior (FSRD) dan Teknik Elektro (STEI).

Rencananya launching Tim ITB akan dilaksanakan pada hari senin, tanggal 26 April 2010 di Aula Timur, kampus ITB. Pada hari yang sama akan diadakan Studium General oleh Presiden Direktur PT Shell Indonesia.

Dalam ajang Shell Eco Marathon, kompetisi dibagi dalam dua kategori kendaraan berbeda, yaitu kategori Prototype Design yang diikuti oleh tim Heave-EXIA dan tim Rajawali serta kategori Urban Concept yang diikuti oleh tim Cikal. Kendaraan yang ikut dalam kategori Prototype Design umumnya memiliki bentuk yang sangat aerodinamis dan memakai 3 buah roda, sementara bentuk kendaraan dalam kategori Urban Concept umumnya seperti layaknya kendaraan roda empat namun berukuran lebih kecil.

SEM-Asia mengijinkan pemakaian beberapa jenis bahan bakar, gasoline 95,
LPG, Diesel, Fatty Acid Methyl Ester, Gas to Liquid, Ethanol E100 dan Hydrogen. Net Calorific Value (NCV) dari masing-masing jenis bahan bakar tersebut akan dikonversikan ke bahan bakar gasoline 95 untuk menentukan pemenangnya. Tim Heave-Exia mengusung bahan bakar Ethanol E100, sementara dua tim lainnya menggunakan bahan bakar gasoline 95. Sebagai gambaran, pada tahun 2003, sebuah tim dari Prancis telah membuat rekor 3771 km/lt dengan bahan bakar gasoline, sementara untuk bahan bakar hidrogen sebuah tim dari Swiss berhasil mencapai efisiensi ekuivalen lebih dari 5000 km/lt.

Tantangan untuk merealisasikan kendaraan irit bahan bakar tidak hanya pada efisiensi pembakaran mesinnya itu sendiri, namun juga pada bagaimana mengurangi gaya hambat lainnya, seperti gaya hambat roda, gaya hambat aerodinamika dan gaya hambat akibat gesekan pada sistem transmisi daya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengurangan berat kendaraan. Umumnya kendaraan jenis ini menggunakan bahan serat komposit sebagai penopang struktur sekaligus pembentuk luarnya.
Meski tantangan utamanya adalah dalam hal efisiensi bahan bakar, sejumlah persyaratan keselamatan merupakan persyaratan wajib. Persyaratan keselamatan ini mengharuskan kendaraan dilengkapi dengan roll bar yang dapat menahan hingga beban tertentu untuk dapat menahan beban manakala kendaraan dalam posisi terguling. Selain itu ada sejumlah persyaratan area pandangan minimal dari pengendara. Persyaratan juga mengharuskan pengendara untuk mengenakan pakaian tahan api dan membawa tabung pemadam kebakaran.