Berita / Utama

Peresmian Nama Gedung Doddy A. Tisna Amidjaja

alitdewanto - Minggu, 5 Juli 2009, 12:40:12
BANDUNG, itb.ac.id- Bertepatan dengan Peringatan 89 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia, dilaksanakan pula peresmian nama gedung Doddy A. Tisna Amidjaja. Peresmian ini dilakukan pada Sabtu (04/07/09) bertempat di Aula Barat ITB. Peremian dilakukan oleh Rektor ITB sendiri, Djoko Santoso, sebagai wakil dari pihak ITB. Sedangkan dari pihak Alm. Doddy A. Tisna Amidjaja diwakili oleh sang istri, Dien Sardinah Doddy Tisna Amidjaja. Turut hadir pula Yani Panigoro, Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) ITB; Harijono A. Tjokronegoro, ketua Majelis Guru Besar (MGB) ITB; dan Yanuarsyah Haroen, Ketua Senat Akademik ITB.Gedung tersebut sebelumnya sering disebut kantor Rektor ITB. Gedung ini berlokasi di Jalan Tamansari 64 Kota Bandung. Doddy Tisna sendiri pernah menjabat sebagai Rektor ITB pada periode 1969 - 1976. Beliau memiliki petuah yang cukup populer di kalangan insan akademis saat acara serah terima jabatan Rektor ITB kepada penggantinya, Hariadi Soepangkat pada tanggal 22 November 1980. Petuah tersebut berbunyi, " Citra ITB sebagai perguruan tinggi nasional yang terkemuka hendaknya dapat dijaga sebaik-baiknya; akan tetapi janganlah kita takabur karena keberhasilan yang telah pernah dialami, yang membentuk citra tersebut." (dikutip dari Memorandum Akhir Jabatan beliau-red).

Guru Besar Biologi FMIPA ini lahir Garut, 15 Maret 1925 dari pasangan Raden Benjamin Tisna Amidjaja dan Nji Raden Dewi Saprah Djajanagara. Semasa muda beliau pernah menjadi anggota Polisi Tentara dan Tentara Pelajar yang diperbantukan di Staf Divisi Siliwangi tahun 1950. Beliau juga aktif dalam keorganisasian mahasiswa selama menimba ilmu di ITB. Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Biologi Nymphea Periode 1951-1953 ini juga dikenal sebagai sosok yang penuh pengabdian terhadap pendidikan hingga akhir hidupnya. Koleksi bukunya hingga kini mencapai 26.000 judul. Beliau pernah berujar kepada sang istri bahwa dari buku tersebut tersembunyi ilmu yang harus diamalkan (dikutip dari Tempo). Sekarang koleksi tersebut dijadikan sebagai perpustakaan di Jalan Mutumanikam, Bandung.