Berita / Utama

Seminar dan Peluncuran Buku "Mengenang Moedomo (1927-2005)"

Minggu, 11 Maret 2007, 18:33:27
Bandung, itb.ac.id - Majelis Guru Besar ITB menyelenggarakan Seminar dan Peluncuran Buku “Mengenang Moedomo (1927-2005)” di Aula Barat ITB, Sabtu (10/3) lalu; sebagai kelanjutan dari acara “In Memoriam Moedomo” yang diselenggarakan Maret 2006 lalu. Acara peluncuran buku ini diselenggarakan bersamaan dengan seminar oleh beberapa guru besar ITB, antara lain Prof. Utari Sumarmo, Prof. Maman A Djauhari, dan Prof Gede Raka. Ria L Moedomo, putri Prof Moedomo juga berkesempatan memaparkan idenya “Metodologi Desain:Mempertemukan Pendekatan Seni dan Matematika Terapan”. Acara ini dihadiri oleh Rektor, para guru besar, para dosen, keluarga dan kolega Prof. Moedomo.<br /> <br /> Prof Moedomo (alm) adalah salah satu tokoh penting ITB sejak ITB didirikan. Prof Moedomo dilahirkan di Magetan pada tanggal 29 November 1927. Gelar Doktor dari University of Illinois, Amerika Serikat disandangnya pada tahun 1959. Sekembalinya dari Amerika Serikat pada tahun 1961 Moedomo kemudian diangkat sebagai guru besar ITB. Tahun 1995, Moedomo diangkat sebagai Guru Besar Emeritus oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. <br /> <br /> Selama masa karirnya Prof Moedomo telah memegang jabatan yang penting di ITB diantaranya sebagai Pembantu Rektor Urusan Akademik ITB pada tahun 1964, Dekan FMIPA ITB pada tahun 1973, Programme Officer Program Kerjasama antara Perguruan Tinggi di Malaysia dan ITB pada tahun 1973, anggota Rektorium ITB pada tahun 1978 dan Ketua Program Pascasarjana ITB Tahun 1984. Prof Moedomo wafat pada 5 November 2005 dan dikebumikan di Pemakaman Dosen ITB Cibarunai. “Bapak seorang pendidik yang sangat sabar dalam mendidik dan penyayang anak-anaknya”, kenang Ria L. Moedomo salah seorang anak Prof Moedomo, yang turut mempersembahkan lagu dalam acara ini. <br /> <br /> Buku “Mengenang Moedomo (1927-2005)” terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama terdiri dari sembilan tulisan seputar sosok Moedomo. Lima tulisan pertama pernah disampaikan secara lisan sebagai orbituari dalam acara “Im Memoriam Moedomo” dan empat tulisan berikutnya merupakan kontribusi dari eks-murid Moedomo yang dipersembahkan secara khusus untuk buku ini.