Pendataan Artefak, FSRD ITB Luncurkan Museum Benda

Oleh Adi Permana

Editor -

BANDUNG, itb.ac.id—Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB meluncurkan Museum Benda sebagai pendataan artefak untuk pengumpulan dan pelestarian benda keseharian masyarakat Indonesia, baik tradisional maupun modern, Rabu, 8 September 2021 lalu. Museum Benda adalah platform pendataan artefak dalam bentuk digital. Keberadaannya dibawah naungan Design Ethnography Lab, FSRD ITB.

Peluncuran Museum Benda dilaksanakan melalui webinar Dialog Desain Vol.11 dengan mengundang 10 pembicara dari latar belakang seni, desain, sosial, dan budaya dengan tema “Menelusuri Identitas Budaya Bangsa dari Benda dan Inovasi Keseharian”. Acara ini dilaksanakan dalam tiga sesi dengan alokasi waktu tiap sesinya berjumlah 90 menit.

Dekan FSRD ITB, Dr. A. Rikrik Kusmara, M.Sn., dalam sambutannya menyampaikan museum benda awalnya digagas oleh Kelompok Keahlihan Manusia dan Desain Produk Industri FSRD ITB pada 2019. Tujuan utama dilaksanakan Museum Benda adalah digitalisasi pengumpulan dan pelestarian (aspek tangible) serta memberikan pemahaman mengenai makna dan nilai budaya (aspek intangible) yang terdapat pada benda dan masyarakat yang menggunakannya.

Ia berharap melalui Museum Benda ini dapat mendorong riset-riset serta pengembangan desain bagi masyarakat Indonesia.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memberikan dukungan atas penyelenggaraan acara ini. Pihak BRIN yang diwakili oleh Mego Pinandito memberikan paparan pengantar pada awal sesi Museum Benda tersebut. Dalam materinya, Mego mengatakan bahwa BRIN tidak hanya terkait ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga terkait dengan kebudayaan. Sebagai Langkah awal untuk mewujudkan perkembangan teknologi, diperlukan penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kemampuan dan kapasitas SDM.

Pada sesi pertama yang dilaksanakan pukul 10.00-11.15 WIB itu, membahas mengenai Inovasi Keseharian. Lalu dilanjutkan pada sesi kedua pada pukul 13.00-14.20 WIB dengan topik pembahasan Desain dan Dokumentasi. Museum Benda ditutup pada sesi ketiga pada pukul 15.00-16.30 dengan membahas Desain dan Kebudayaan. Acara ini berlangsung sukses dengan dihadiri oleh 485 Partisipan dari berbagai kalangan masyarakat.

Reporter: Tarisa Putri (Teknik Kimia 2019)


scan for download