BTHF Rayakan 100 Tahun Dedikasi Dukung Pendidikan dan Kolaborasi Indonesia–Belanda di ITB

Oleh Anggun Nindita

Editor Anggun Nindita

BANDUNG, itb.ac.id - Bandoengsche Technische Hoogeschool Fonds (BTHF) memperingati 100th Anniversary di Aula Barat, Institut Teknologi Bandung (ITB) Kampus Ganesha, Selasa (10/2/2026). Peringatan satu abad ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang BTHF dalam mendukung pendidikan tinggi, pengembangan talenta, serta penguatan kolaborasi akademik antara Indonesia dan Belanda.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyatakan bahwa pencapaian satu abad BTHF bukan sekadar penanda waktu, melainkan cerminan dedikasi, kepercayaan, dan komitmen lintas generasi

“BTHF terus tumbuh dan beradaptasi mengikuti dinamika zaman, sekaligus konsisten menjaga nilai serta misi luhurnya. Keberlanjutan inilah yang menjadikan BTHF sebagai institusi istimewa dan bagian tak terpisahkan dari sejarah serta identitas ITB,” ujarnya.


Rektor ITB menambahkan bahwa sejak masa awal Technische Hoogeschool te Bandoeng, BTHF hadir secara konsisten mendukung pendidikan, membina talenta unggul, dan mempercayai potensi manusia. Dukungan tersebut telah mengantarkan banyak mahasiswa ITB tumbuh menjadi ilmuwan, insinyur, inovator, pemimpin, dan pelayan publik yang berkontribusi bagi Indonesia dan dunia.

Sementara itu, Charge d’affaires Representative of Ambassador of the Kingdom of the Netherlands, Dr. Adriaan Palm, menyoroti peringatan ini sebagai simbol satu abad kerja sama Indonesia–Belanda di bidang pendidikan dan sains. Ia menyampaikan bahwa kemitraan yang dimulai sejak 10 Februari 1926 telah berkembang menjadi hubungan akademik yang dinamis dan saling menguatkan.

"Kolaborasi ini telah berkembang menjadi kemitraan yang dinamis, menghubungkan berbagai generasi akademisi, peneliti, dan mahasiswa lintas negara. Kerja sama ITB-BTHF memainkan peran penting dalam membangun jembatan akademik tersebut, termasuk melalui dukungan studi dan riset ke Belanda," katanya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan token of appreciation dan foto bersama, sebelum memasuki rangkaian pidato kunci. Keynote pertama disampaikan oleh Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., alumnus BTHF sekaligus Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, yang juga merupakan Penerima Ganesha Prize 2003. Kehadirannya merepresentasikan dampak nyata dukungan BTHF terhadap perjalanan akademik dan kepemimpinan alumni ITB

Agenda kemudian dilanjutkan dengan paparan profil dan perjalanan BTHF oleh Prof. Eelco van Beek, Chair of BTHF, yang mengulas kiprah yayasan dari masa lalu hingga saat ini. Setelah itu, keynote bertajuk “Past, Present, and Future – ITB and Delft” disampaikan oleh Prof. Ena Voute, Pro-Vice Rector of International Affairs Delft University of Technology (TU Delft), yang menyoroti keberlanjutan kolaborasi akademik ITB–Belanda. Pada sesi ini, TU Delft juga menyerahkan cendera mata kepada Rektor ITB sebagai simbol kemitraan institusional.


Ada pula keynote bertema “Future Collaboration ITB–BTHF” oleh Prof. Bayu Jayawardhana, alumni ITB, anggota Dewan BTHF, sekaligus profesor di University of Groningen. Rangkaian sesi pagi ditutup dengan diskusi panel alumni BTHF, yang menghadirkan perwakilan alumni lintas generasi dan dimoderatori oleh Dr. Faizal Rohmat.

Pada sesi siang, kegiatan berlanjut dengan registrasi job fair, presentasi riset dan inovasi di ITB, serta company pitches dari berbagai mitra industri. Sesi ini dirancang sebagai wadah jejaring antara alumni, mahasiswa, peneliti, dan industri untuk membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya manusia.


Rangkaian acara sore diisi dengan interaksi peserta di booth perusahaan, sebelum ditutup dengan jamuan makan malam di Rumah Dinas Rektor ITB sebagai penutup seluruh rangkaian peringatan 100 tahun BTHF.

Melalui peringatan ini, ITB dan BTHF menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat kemitraan strategis, tidak hanya melalui program beasiswa, tetapi juga pengembangan kepemimpinan, inovasi interdisipliner, serta kolaborasi riset internasional guna menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan dan kesehatan, serta transformasi digital.

#bthf #sdg4 #quality education #sdg17 #partnerships for the goals #sdg9 #industry innovation infrastructure