ITB Kampus Pertama yang Dikunjungi METI dalam Penguatan Peran Generasi Muda pada Transisi Energi
Oleh Merryta Kusumawati - Teknik Geodesi dan Geomatika, 2025
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id - Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi kampus pertama yang dikunjungi Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dalam rangka penguatan peran generasi muda untuk mengawal transisi energi nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan. Kunjungan tersebut dalam bentuk bincang energi yang digelar di Auditorium CC Timur, ITB Kampus Ganesha, Jumat (30/1/2026).
Ketua Umum METI yaitu Zulfan Zahar, yang merupakan alumni ITB dari Program Studi Teknik Sipil angkatan 2004, menyampaikan bahwa pemilihan ITB sebagai kampus pertama didasarkan pada peran strategis perguruan tinggi dalam membentuk sumber daya manusia yang memahami secara utuh tantangan dan peluang transisi energi. Menurutnya, generasi muda, khususnya mahasiswa, perlu menjadi garda depan dalam memastikan bahwa transisi energi berjalan sesuai dengan niat baik pemerintah.
“ITB kami pilih sebagai kampus pertama karena kami percaya perguruan tinggi memiliki peran kunci dalam membangun pemahaman, nalar kritis, dan solusi konkret terkait transisi energi,” ujarnya.
METI Muda dan Peran Strategis Mahasiswa

Dalam kegiatan tersebut, METI menekankan pentingnya inisiatif METI Muda sebagai wadah bagi generasi muda untuk memahami konsep transisi energi dan energi terbarukan secara komprehensif. METI menilai mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menghadirkan gagasan dan solusi kontekstual yang berangkat dari kondisi riil di lapangan.
“Kami tidak membatasi jumlah keterlibatan generasi muda. Harapannya, semakin banyak anak muda yang paham dan terlibat, semakin kuat pula pengawalan terhadap transisi energi ini,” kata Zulfan Zahar.
METI juga berharap kolaborasi dengan universitas, termasuk ITB, dapat mendorong lahirnya ide-ide yang mampu menjawab tantangan transisi energi di berbagai wilayah Indonesia.
Transisi Energi sebagai Peluang Ekonomi
METI menegaskan bahwa transisi energi bukan semata-mata pergantian sumber energi, tetapi juga peluang besar bagi penciptaan green jobs, penguatan ekonomi sirkular, serta pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), transisi energi dirancang berlangsung bertahap, dengan gas sebagai energi jembatan dan energi terbarukan sebagai tulang punggung jangka panjang.
“Jika dikelola dengan baik, transisi energi dapat menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Perizinan Lingkungan dan Keberlanjutan
Selain aspek sumber daya manusia, METI juga menyoroti pentingnya perizinan lingkungan dalam pengembangan energi terbarukan. METI mengapresiasi langkah pemerintah dalam menegakkan aturan lingkungan, termasuk pencabutan izin sejumlah proyek yang dinilai belum memenuhi ketentuan.
METI mendorong agar izin lingkungan menjadi syarat utama dalam proses pengadaan energi terbarukan, termasuk oleh PLN, guna memastikan pengembang bertanggung jawab dan meminimalkan risiko lingkungan.
“Energi terbarukan pada dasarnya tidak melawan alam. Karena itu, kepatuhan terhadap izin lingkungan adalah hal yang mutlak,” kata Zulfan Zahar.
Potensi Energi Terbarukan Jawa Barat
METI menilai Jawa Barat memiliki potensi besar energi terbarukan, mulai dari tenaga air, angin, hingga panas bumi. Jawa Barat juga dipandang strategis sebagai titik awal penguatan transisi energi nasional sebelum diperluas ke provinsi lain.
“Jawa Barat punya kombinasi potensi energi yang lengkap. Ini menjadi alasan kuat mengapa wilayah ini penting dalam pengembangan energi terbarukan,” ujarnya.
Terkait anggapan bahwa energi terbarukan mahal, METI menilai persepsi tersebut perlu diluruskan karena biaya energi sangat bergantung pada lokasi dan konteks pengembangannya.
Kolaborasi Kampus dan Pemangku Kepentingan
Melalui kunjungan perdana ke ITB ini, METI berharap kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat terus diperkuat untuk menyiapkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam transisi energi nasional.
“Perguruan tinggi adalah mitra strategis kami. Dari kampus, kami berharap lahir pemikiran dan solusi yang akan menentukan arah energi Indonesia ke depan,” ujarnya.

.png)
.jpg)


