Berita / Utama

Guest Lecturing SBM: Strategi Telkom Memasuki Era Kompetisi (1)

Krisna Murti - Senin, 19 September 2005, 12:35:56
Sabtu, 17 September lalu, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB kembali menggelar kuliah tamu akhir pekan rutinnya. Kali ini menghadirkan Garuda Sugardo, Wakil Direktur Utama/COO PT Telkom. Garuda membawakan kuliah bertajuk Strategi Telkom Memasuki Era Kompetisi. Kuliah diawali dengan pemahaman mengenai kondisi Indonesia sebagai negara dunia ketiga yang terjebak dalam lingkaran setan. Alhasil Indonesia selalu menjadi korban kapitalisme; produksi rendah, konsumsi tinggi. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi diharapkan menjadi senjata efektif untuk lepas dari lingkaran setan ini dan mempercepat pembangunan ekonomi. Telkom, sebagai perusahaan negara, diharapkan membangun infrasturktur dalam skala nasional -tanpa mengutamakan profit. Perusahaan telekomunikasi lain hanya membangun infrastruktur di wilayah yang menguntungkan, pulau Jawa dan kota-kota besar. Telkom diharpkan menjadi nation flag carrier, sejajar dengan BT-nya Inggris dan AT&T-nya Amerika Serikat. Trend dunia komunikasi dunia perlu pula dipahami oleh Telkom. Termasuk didalamnya adalah teknologi 3G. Kuarter kedua 2005 ini, Telkomsel akan meluncurkan teknologi 3G. Namun, Garuda mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia belum terlalu siap dengan kehadiran teknologi ini. Beliau mencontohkan di Jepang dan Korea, pada saat Piala Dunia, teknologi 3G banyak digunakan untuk streaming siarang langsung pertandingan sepak bola. Namun, begitu Piala Dunia usai, 40% content dalam 3G masyarakat Jepang dan Korea adalah pornografi. "Ini perlu diwaspadai," tuturnya. Selanjutnya Garuda menelusuri lebih jauh mengenai industri telekomunikasi di Indonesia. Garuda memaparkan serangkaian isu positif dan negatif yang menerpa industri telekomunikasi Indonesia. Salah satu isu negatif bersumber dari pemerintah yang ditentang Telkom adalah akan adanya regulasi tentang "kode akses SLJJ". Regulasi ini kelak akan mengharuskan tiap operator memiliki "kode akses SLJJ" masing-masing. Jadi, jika Anda menggunakan operator Telkom, dan hendak menelpon SLJJ, masukkan "kode akses SLJJ Telkom" lalu "kode SLJJ" baru nomor telpon tujuan. Jika menggunakan operator lain -indosat,misalnya- Anda harus memasukkan "kode akses SLJJ Indosat". Menurut Garuda, ini akan sangat menyulitkan pengguna telpon, terutama pebisnis. "Contoh mudah, semua kartu nama harus diganti," ungkapnya. Di sisi lain, industri telekomunikasi Indonesia memang masih jauh dari jenuh. Penetrasi fixed wireline hanya 4% sementara penetrasi wireless (mobile phone) baru 20%. Sementara itu, pengguna internet dan broadband Indonesia masih minim sekali. Dalam kondisi itu, Telkom sendiri memiliki kapitalisasi pasar terbesar kedua di Asia Tenggara, yaitu 11,14 persen -di bawah SingTel Singapura. Di bidang telekomunikasi bergerak, Telkomsel juga memimpin dengan perolehan 55% revenue. Prospek pasar yang masih besar pula yang menyebabkan sekian banyak perusahaan asing hendak mengambil alih atau masuk ke pasar Indonesia. Indosat, 41% sahamnya dimiliki SingTel; sementara XL 27% sahamnya dimiliki oleh Telekom Malaysia.