ITB Luncurkan Program Beasiswa dan Penyerahan Beasiswa dari Dato’ Low Tuck Kwong dan Purnomo Yusgiantoro Center

By Adi Permana

Editor -


BANDUNG, itb.ac.id— Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai institusi pendidikan tinggi terdepan di Indonesia sudah seharusnya terlibat dalam penyiapan generasi berkualitas di Indonesia. Setiap tahunnya, ITB menerima putra dan putri terbaik bangsa Indonesia untuk meraih ilmu sehingga mampu menata peradaban Indonesia yang lebih maju.

Kendati demikian, proses menuntut ilmu merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Pada prosesnya, banyak mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan selama menempuh kuliah di ITB. Untuk itu, pada Selasa, 17 November 2020, Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., secara resmi meluncurkan Program Beasiswa ITB. Pada acara tersebut juga dilakukan Penyerahan Beasiswa Dato' Low Tuck Kwong-Purnomo Yusgiantoro Center Scholarship dan Purnomo Yusgiantoro Center-Dato' Low Tuck Kwong Scholarship.

Program Beasiswa ITB adalah program yang akan dikelola oleh ITB secara terpusat dan disalurkan ke mahasiswa melalui Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) untuk Program Sarjana dan Sekolah Pascasarjana untuk Program Magister dan Doktor. Dari Ditmawa ITB, pada 2019, ada sekitar 12.844 mahasiswa yang menerima beasiswa di ITB dari total mahasiswa sebanyak 19.088 orang.

Dalam sambutannya, Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., menyampaikan bahwa Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi pada tahun 2030-2040. Pada periode tersebut, penduduk usia produktif Indonesia (15-64 tahun) diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 297 juta jiwa. Oleh karena itu, keberlimpahan usia produktif tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan untuk mendapatkan sumber daya manusia unggul.

“Program beasiswa harus dikelola secara efektif, baik, akuntabel, dan transparan. ITB berkomitmen untuk membangun sistem beasiswa yang terpusat, yang dikelola secara baik yang membuat kepercayaan masyarakat tumbuh, serta manfaatnya tersampaikan dengan baik,” ucapnya.

Program lain di ITB adalah beasiswa berbasis utama BPP yaitu Ganesha Talent Assistantship atau GTA yang memberikan kesempatan bagi lulusan alumni S1 ITB untuk berkontribusi sebagai asisten di Fakultas/Sekolah atau unit pendukung di ITB. Program ini diharapkan dapat memperoleh mahasiswa-mahasiswa unggul yang kaya akan pengalaman karena dilibatkan dalam kegiatan akademik dan nonakademik di ITB. Selain itu, terdapat pula Ganesha Talent Assistantship Research Group untuk program Doktor juga telah diinisiasi melalui Kelompok Keilmuan di ITB dan terbuka untuk lulusan magister perguruan tinggi lain yang potensial untuk memberikan kontribusinya.

Pada kesempatan ini Prof. Reini mengucapkan terima kasih kepada Dato’ Low Tuck Kwong dan Yayasan Purnomo Yusgiantoro Center yang telah memberikan bantuan biaya pendidikan untuk mahasiswa ITB sebesar Rp100 miliar. Dari donasi tersebut, 50 persen dipergunakan untuk pembangunan gedung dan 50 persen untuk beasiswa dalam bentuk endowment fund sebesar Rp1.9 miliar yang didistribusikan dengan jumlah mahasiswa 174 orang dari 5 fakultas/sekolah dan 9 program studi.

Sementara itu, Ketua Purnomo Yusgiantoro Center Filda Citra Yusgiantoro, mengatakan, acara penyerahan beasiswa ini telah melalui proses yang panjang yaitu sejak 2019. Tepatnya ketika pelaksanaan Wisuda Oktober ITB pada 19 Oktober 2019. Saat itu, Dato’ Low Tuck Kwong mendonasikan Rp100 miliar. “Tentunya, tujuan utama donasi ini adalah untuk meningkatkan SDM melalui peningkatan mutu pendidikan khususnya di ITB,” ujarnya.

“Kami dari PYC (Purnomo Yusgiantoro Center) diberi kepercayaan oleh bapak Dato’ bekerja sama dengan ITB untuk mewujudkan pemanfaatan donasi ini dalam dua hal, yaitu untuk dana lestari pemberian beasiswa bagi mahasiswa ITB, dan pembangunan 5 lantai gedung Labtek 17 bernama Dato’ Low Tuck Kwong. Groundbreaking sudah dilakukan 2 Februari 2020 lalu,” jelasnya.

Filda menambahkan, pembangunan sarana prasarana dan beasiswa pendidikan merupakan faktor yang sangat penting untuk pendidikan dan penelitian, juga dalam menghasilkan SDM yang unggul serta berkualitas di Indonesia. Dia mengatakan, peningkatan SDM yang unggul sangat penting dalam menyambut Indonesia di 2030, di mana Indonesia akan mengalami bonus demografi.

“Bonus demografi adalah masa di mana populasi usia produktif lebih dominan dibanding usia nonproduktif, yang harus diiringi dengan peningkatan produktivitas usia produktif. Sehingga dalam hal ini diperlukan SDM yang mumpuni sebanyak mungkin untuk berinovasi dan menjawab tantangan yang ada. Kita harus siap dengan tantangan yang akan lebih hebat lagi di depan,” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya peluncuran program beasiswa ini dapat mendukung pendidikan generasi muda Indonesia khususnya mahasiswa di ITB. Adapun untuk pembacaan surat keputusan tentang Penerima Beasiswa Purnomo Yusgiantoro Center dilakukan oleh Wakil Rektor bidang Keuangan, Perencanaan, dan Pengembangan ITB Ir. Muhamad Abduh, M.T., Ph.D.

Pada kesempatan tersebut terdapat sambutan dari para Perwakilan Penerima Beasiswa “Dato’ Low Tuck Kwong – Purnomo Yusgiantoro Scholarship” yaitu Hanif Fadhila Qinthara dari Program Studi Sarjana Teknik Kimia, sambutan Perwakilan Penerima Beasiswa “Dato’ Low Tuck Kwong – Purnomo Yusgiantoro Scholarship”, Gading Arganu Pradipta dari Program Studi Sarjana Teknik Perminyakan, dan Perwakilan Penerima Beasiswa “Purnomo Yusgiantoro – Dato’ Low Tuck Kwong Scholarship” Valina Rizky Paramita dari Program Studi Sarjana Teknik Geologi.