Rosydiati: Laboran Punya Peranan Penting bagi Kemajuan ITB

By Adi Permana

Editor Vera Citra Utami


BANDUNG, itb.ac.id—Tenaga Kependidikan (tendik) memiliki peranan penting dalam terlaksananya kegiatan akademik di ITB. Salah satu peran tendik tersebut dapat dilihat pada tugasnya sebagai pengelola laboratorium atau laboran. Sebagai kampus teknik, ITB memiliki banyak tendik yang bekerja sebagai laboran di fakultas/sekolah.

Setiap tahunnya, pemerintah selalu memberikan apresiasi kepada tenaga kependidikan yang berprestasi. Rosydiati, laboran di Laboratorium Kimia Analisis Bahan Alam SITH, pernah meraih juara 1 Pranata Laboratorium Pendidikan Berprestasi pada Program Pemilihan Pendidik dan Tendik Berprestasi Tingkat Nasional 2018 oleh Kemenristekdikti.

Rosydiati meraih prestasi tersebut lantaran membuat inovasi pengolahan limbah kultur jaringan menjadi pupuk air. Latar belakang membuat inovasi tersebut karena didasari banyak media-media kultur jaringan yang limbahnya dibuang. Karena media limbahnya mengandung nutrisi, sehingga dikhawatirkan limbah tersebut berjamur atau terdapat bakteri yang bisa meracuni orang atau petugas sampah saat melakukan pengolahan sampah. Sehingga ia pun mengolah limbah tersebut menjadi pupuk cair secara mandiri.

Kepada Humas ITB, Rosydiati mengatakan belajar pengolahan limbah secara mandiri dan membaca literatur yang ada. Ia melakukan proses pengolahan limbah media kultur jaringan dengan menggunakan bakteri. Pupuk cair yang diperolehnya, selain dipakai untuk pribadi juga dibagikan kepada orang lain. “Pupuk cair yang saya olah ternyata bisa juga dipakai untuk bahan hidroponik,” ujarnya, Senin (26/10/2020).

Proses hingga mendapat penghargaan sebagai tendik berprestasi tidaklah mudah. Ia pertama-pertama harus bersaing dengan tendik lain di ITB. Setelah menjadi perwakilan ITB, ia kemudian harus mempresentasikan karya inovasinya itu kepada dewan juri di Kemenristekdikti yang berjumlah enam orang. “Saya tidak menyangka bisa juara, padahal dari universitas lain ada yang lebih hebat,” ujar peraih beasiswa S2 dari Dikti pada Program Beasiswa PASTI itu. Ia merupakan lulusan S2 Teknik Kimia ITB dengan predikat cum laude.

Prestasi sebagai tendik berprestasi tingkat nasional tersebut, ia anggap sebagai bentuk motivasi untuk tendik-tendik lain di ITB agar selalu semangat bekerja, berkarya, dan berinovasi. Baginya laboran di ITB banyak sekali karya-karya yang telah dibuat, misalnya dalam bentuk publikasi jurnal yang terakreditasi nasional maupun internasional. “Laboran juga punya banyak karya-karyanya, hanya saja memang kurang show up. Melalui apresiasi ini, semoga tahun selanjutnya kita selalu jadi juara terus, dan ada laboran lainnya yang mau berpartisipasi di ajang seperti ini,” ujarnya.