ITB dan Singapore Management University (SMU) Jalin Kerja Sama di Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pertukaran Mahasiswa

By Adi Permana

Editor Vera Citra Utami

BANDUNG, itb.ac.id—Institut Teknologi Bandung menjalin nota kesepahaman bersama (MoU) dengan Singapore Management University (SMU). Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., dengan Presiden SMU Profesor Lilly Kong, Kamis (1/10/2020) secara virtual.

Selain MoU, pada kesempatan tersebut juga digelar dialog antara Presiden SMU dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim, yaitu berbagi visi dan program Mendikbud terkait pendidikan di Indonesia, salah satunya program Kampus Merdeka. Juga terkait dengan rencana pemerintah dalam menjalankan pendidikan secara daring di masa pandemi.

Profesor Kong mengatakan, MoU yang dilakukan SMU tidak hanya dengan ITB tetapi juga dengan Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada. Dia menjelaskan, MoU dan kolaborasi akademik yang dilakukan adalah komitmen dari SMU dan perguruan tinggi di Indonesia dalam menghasilkan pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan global dan citizen responsible melalui kolaborasi di bidang pendidikan.

"Di bidang riset, kita sangat menantikan eksplor kolaborasi yang potensial di tiga bidang yaitu transformasi digital, kehidupan yang berkelanjutan, dan pertumbuhan di Asia," ujarnya. Ia berharap melalui kerja sama ini dapat mendukung program Mendikbud di bidang pendidikan.

Rektor ITB Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., dalam sambutannya mengatakan, SMU dan ITB sudah menjalin kerja sama sejak 2007 yaitu dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB. Kolaborasi tersebut melibatkan anggota fakultas/sekolah dan mahasiswa kedua universitas, yang tergabung dalam program community development lintas budaya. “Inisiatif lain juga telah diupayakan, termasuk inisiatif yang sedang dikembangkan dengan LPIK ITB, namun karena pandemi, itu harus ditunda,” ujar Rektor.

Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan bahwa ITB adalah organisasi yang adaptif dan pembelajar. Dalam perjalanan 100 tahunnya, ITB telah lama berdiri sebagai institusi yang memimpin dalam memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, serta sosial, dan humaniora. Alumni merupakan kebanggaan ITB, termasuk para diaspora di Singapura, yang terus berbagi nilai dan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan Indonesia dan jaringan internasional.

"Dengan semangat persahabatan dan profesionalisme, kami berharap dapat bekerja sama dengan SMU untuk menciptakan inisiatif bersama yang konkrit. Pertukaran pelajar, magang, program double degree adalah beberapa contohnya. Baik ITB maupun SMU memiliki program yang kuat di bidang bisnis, manajemen, dan sistem informasi," jelas Prof. Reini.

Adapun cakupan dari MoU tersebut di antaranya adalah program untuk staf akademik dan nonakademik, program pertukaran mahasiswa, program riset bersama, dan kerja sama lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.