IEEETalk: Merancang Sistem Transportasi Berbasis AEV di Ibu Kota Baru

By Adi Permana

Editor Adi Permana


BANDUNG, itb.ac.id—IEEE ITB Student Branch mengadakan webinar pertama dalam rangkaian acara IEEETalk. Webinar berjudul “How Will Autonomous Vehicle Transform Our New Capital?” ini diselenggrakan melalui platform ZOOM meeting yang dihadiri oleh 278 peserta, dan juga disiarkan langsung di kanal YouTube Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB. Webinar ini diisi oleh narasumber Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi, Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., Ms. Krithika Kandasamy, dan Prof. Suhono Harso Supangkat, M. Eng.

Topik pertama dibuka oleh Ir. Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan RI. Ia berbicara mengenai perencanaan sistem transportasi berbasis Autonomous Electric Vehicle (AEV) di ibu kota baru. “Mobilitas masa depan dengan teknologi Autonomous Electric Vehicle perlu diterapkan sebagai bagian dari sistem transportasi massa,” ucap Budi Karya. Untuk itu ia menekankan bahwa banyak aspek yang harus dipikirkan dalam perencanaan sistem transportasi suatu kota seperti keselamatan, regulasi, dan privasi.

Topik kedua mengenai ekosistem tanpa pengemudi di ibu kota baru dibawakan oleh Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc., yang menjelaskan bahwa ibu kota baru nantinya akan memiliki sistem transportasi yang terintegrasi dan berbasis AEV. Kepala BPPT tersebut juga menginformasikan bahwa kementerian berusaha untuk membuat sistem transportasi ibu kota baru aman, berekosistem AEV yang berkelanjutan, dan jalan yang modern.

Di sisi lain, bahasan yang berbeda mengenai mobilitas AEV dari segi teknologi dan bisnis dibawakan oleh Ms. Krithika Kandasamy. Kristhika menjelaskan tentang proyek-proyek AEV oleh ST. Engineering beserta visi mereka. Selain itu ia juga memaparkan bagaimana peluang bisnis AEV di Indonesia. “Spesifiknya bergantung pada cara pikir dan kebijakan setiap negara yang berbeda-beda. Sekali pemerintah mulai fokus dan detail dalam pengerjaannya, perlahan akan mulai lebih pasti dan menetap,” ujarnya. Menurut Ms. Krithika, diluar machine learning, banyak peluang teknologi lain yang dapat diperdalam pada AEV, seperti deep learning dan cyber security yang akan menjadi kunci penting untuk diimplementasikan.

Dari ketiga topik diawal, Prof. Suhono Harso Supangkat, M.Eng., membawakan topik terakhir mengenai City Transformation and Autonomous Vehicle. Guru Besar di STEI ITB ini menjelaskan definisi, model, dan mengintegrasikan AEV ke Smart Capital City. Menurut Prof. Suhono, kita harus berusaha membangun sistem transportasi yang fleksibel, dapat diandalkan, nyaman, efisien, dan inteligent. Sebagai penutup, ia memberikan kesimpulan bagaimana masa depan AEV di Indonesia.

“Kota-kota besar di Indonesia masih dalam proses dan perkembangan menuju smart city. Jangan harap AEV dapat menggantikan pengemudi high-end automotive dan mewujudkan driverless ecosystem dalam 10 tahun ke depan di kota-kota sekarang. Tetapi di ibu kota baru, AEV lebih berpeluang besar untuk diimplementasikan,” pungkasnya.

Reporter: Grace Natasya Christiadhi (Manajemen, 2019)