PMB ITB 2020, Sri Mulyani Paparkan Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi

By Adi Permana

Editor Vera Citra Utami


BANDUNG, itb.ac.id - Dalam rangka Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2020/2021, Institut Teknologi Bandung mengundang Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D., untuk menyampaikan sambutan secara daring kepada mahasiswa baru ITB, Kamis (10/9/2020).

Dalam sambutannya, Sri Mulyani memaparkan strategi pemulihan ekonomi nasional yang diupayakan pemerintah untuk melawan pandemi COVID-19. Pandemi ini tengah merajalela di lebih 200 negara, tak terkecuali Indonesia. Penyebaran virus COVID-19 ini sangat cepat dan berbahaya. Keberadaan pandemi COVID-19 ini tentunya mengubah banyak aspek dalam kehidupan kita, dan menghadirkan era new normal di masyarakat. Menurut Sri Mulyani, COVID-19 bukan hanya menyangkut permasalahan kesehatan, tetapi juga menimbulkan banyak tantangan di masalah sosial, ekonomi, dan politik.

“Pemerintah menanggapi bahaya COVID-19 dengan melakukan tindakan-tindakan yang juga luar biasa atau extraordinary. Pada bulan April yang lalu Presiden telah menyampaikan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang yang merupakan suatu tanggapan untuk situasi-situasi kegentingan yang memaksa. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 Tahun 2020 yang telah ditetapkan menjadi Undang-undang No. 2 tahun 2020 adalah landasan dan strategi untuk pemulihan ekonomi akibat COVID-19 yang sekaligus memberikan dukungan keuangan negara bagi penanganan COVID-19 itu sendiri,” kata Sri Mulyani.

Dalam mengatasi COVID-19 ini, pemerintah mengalokasikan anggaran yang luar biasa besar, yakni lebih dari Rp87 triliun. Biaya ini digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pokok seperti alat pelindung diri, masker, kapasitas dari fasilitas kesehatan rumah sakit, tunjangan kepada para tenaga kesehatan, dan landasan untuk dilakukannya berbagai penelitian, mulai dari ventilator, test kit, dan vaksin.

Upaya pemerintah yang menyediakan anggaran yang sangat besar ini memerlukan keterlibatan peran serta dari seluruh stakeholder. Para peneliti, tenaga kesehatan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan bahkan TNI serta POLRI dibutuhkan untuk ikut dalam menangani COVID-19, bergotong royong melalui fungsi dan tugas masing-masing.

“Strategi pemulihan ekonomi nasional disusun dalam suasana yang luar biasa atau extraordinary dan dalam ketidakpastian yang sangat tinggi karena kita tidak tahu apakah COVID-19 ini berhasil kita tangani dan kemudian menemukan vaksinnya. Ketidakpastian ini menjadi elemen penting yang membuat kita terus menyusun strategi pemulihan ekonomi,” tambah Sri Mulyani

Untuk menjaga sisi permintaan, pemerintah melindungi masyarakat dengan cara meningkatkan bantuan sosial hingga lebih dari Rp200 triliun. Bantuan dalam bentuk program keluarga harapan, sembako, bantuan sosial yang produktif, bantuan akses listrik, pemberian kartu pra-kerja dan tambahan subsidi gaji yang secara konsisten diberikan pemerintah.

Selain memberikan banyak bantuan sosial, pemerintah juga akan terus bekerja keras untuk meningkatkan reliabilitas dari infrastruktur Information Communication Technology (ICT). Pengembangan infrastruktur ICT menjadi sangat penting mengingat suasana pandemi COVID-19 mengharuskan transformasi digital di berbagai aspek.

Dukungan kepada UMKM juga selalu ditingkatkan, baik dari sisi relaksasi, suku bunga dan juga bantuan modal kerja yang dijamin pemerintah. Dalam hal ini pemerintah pusat membutuhkan pemerintah daerah untuk menjadi aktor utama di dalam pemulihan ekonomi nasional.

Tidak hanya bersama pemerintah lokal, dalam melawan dampak COVID-19, pemerintah membutuhkan bantuan dan sinergi dari berbagai pihak. Tantangan COVID-19 adalah tantangan untuk kita semua. Maka kerja sama antara pemerintah, swasta, akademisi dan masyarakat sangat diperlukan, bahkan tidak hanya di level nasional namun juga pada level global.

“Saya berharap ITB sebagai salah satu institusi terbesar di Republik Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi pilar yang memberikan solusi yang penting tidak hanya di dalam menangani tantangan COVID-19 namun juga untuk menyusun strategi dan ikut membantu memecahkan bagaimana kita bisa keluar dari perangkap middle income trap,” kata Sri Mulyani.

Di akhir sambutan, Sri Mulyani juga menyampaikan selamat kepada seluruh para mahasiswa/mahasiswi baik para sarjana dan pascasarjana. “Selamat menjalankan masa depan Anda dan terus menjadi bagian yang memberikan solusi bagi Bangsa Indonesia dan dunia,” tutupnya.

Reporter: Evita Sony (Manajemen, 2019)