Produk-Produk Multidisipliner di Teknik Biomedika ITB

By Adi Permana

Editor Vera Citra Utami


BANDUNG, itb.ac.id—Prof. Dr. Ir. Tati Latifah R. Mengko mengatakan, Teknik Biomedia ITB adalah bidang multidisiplin yang memanfaatkan berbagai konsep dasar rekayasa dan desain dalam dunia kedokteran dan biologi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan kualitas hidup manusia.

Produk-produk yang telah dihasilkan dalam Teknik Biomedika ITB diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu produk yang sudah jadi dan hampir masuk pasar, produk yang sedang dalam pengembangan dan dikerjakan dalam kelompok kecil, dan produk yang sedang dikembangkan dan dikerjakan dalam kelompok besar.

Menurut Ketua Kelompok Keahlian KK Teknik Biomedia ITB tersebut, salah satu produk yang sudah masuk ke pasar adalah perangkat Tele-EKG yang merupakan kerja sama dengan TESENA dan Pusat Jantung Nasional. Sementara itu untuk produk yang sedang dikerjakan misalnya adalah perangkat deteksi kelenturan pembuluh darah yang merupakan kerja sama dengan PT. SCNP dan Pusat Jantung Nasional.

Selain itu, terdapat pula perangkat ELISA reader, kit diagnostik deteksi infeksi Hepatitis B, perangkat EKG-lysis, Diaretino yang merupakan alat deteksi diabetes melitus, Vretino yaitu alat pengukuran saraf mata, pengembangan aplikasi pengecekan kesehatan pada saat isolasi mandiri COVID-19, pengembangan produk pengolahan limbah medis, pengembangan TBC scanning microscope yang merupakan hasil kerjasama dengan UNAIR dan MIT, dan produk lainnya.

“Selain produk yang dihasilkan dari kerja sama antara Teknik Biomedik ITB dan berbagai institusi luar, beberapa fakultas di ITB juga berhasil mengembangkan produk yang masih termasuk dalam bidang Biomedika. Di antaranya adalah Exo-skeleton dan Bionic Hand dari FTMD, Ventinesia dari TF, riset di bidang protein expression dan penelitian pengembangan kandidat vaksin COVID-19 dengan platform adenovirus oleh SITH, protein antigen vaksin HPV, protein terapeutik, dan enzim diagnostik untuk qPCR oleh SF, serta pengembangan rapid test dan antigen rekombinan dari FMIPA,” ucapnya.

Dalam proses inovasi, terdapat perbedaan antara mitra yang melakukan riset dan mitra yang membawa produk ke pasar. Bentuk kemampuan dan dukungan yang diperlukan antara kedua jenis mitra ini pun berbeda. Kasus yang banyak ditemukan adalah tersungkurnya inovasi di 'valley of death'. Ini merupakan posisi di mana produk inovasi akan dimasukkan ke pasar. Prof. Tati mengungkapkan bahwa ia berharap produk-produk yang sedang dikerjakan bisa melewati fase ini sehingga akhirnya bisa mengenalkan berbagai produk yang dihasilkan ke pasar.

“Intinya adalah bekerja sama, saling percaya, dan saling kenal kemudian saling mendorong untuk maju,” jelas Prof. Tati berkaitan budaya kolaborasi baik di dalam maupun di luar ITB yang disampaikan saat acara ITB Talks, Ia juga menekankan bahwa dampak dari adanya kolaborasi dalam tahap inovasi produk akan sangat membantu terutama di tahap pengembangan dan pengujian produk untuk mempercepat masuknya produk ke pasar dan bisa diterima masyarakat.

Reporter : Rizana Salsabila (Teknik Industri, 2018)