ITB Kembali Menyerahkan Kabin Sterilisasi Masker N-95 kepada 2 RS Rujukan COVID-19

By Adi Permana

Editor -


BANDUNG, itb.ac.id -- Institut Teknologi Bandung kembali menyerahkan Kabin Sterilisasi Masker N-95. Kali ini, bantuan diberikan kepada dua rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 yaitu RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung dan RS Cibabat Cimahi. Serah terima dilakukan di kantor BPUDL ITB, Jalan Lebak Siliwangi, Bandung, Senin (6/7/2020).

Dua alat kabin sterilisasi tersebut mampu menyeterilkan masker N-95 yang telah dipakai oleh tenaga medis sehingga dapat digunakan kembali. Alat tersebut menggunakan teknologi ionisasi udara untuk sterilisasi masker dari virus dan bakteri. "Alat ini telah lulus uji coba di laboratorium ITB dan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung," ujar Dr. Yuli Setyo Indartono dari tim Laboratorium Energi Terbarukan, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB saat penyerahan.

Alat berdimensi 1x1x2 meter persegi itu memiliki spesifikasi yaitu menggunakan teknologi ionisasi udara, penurun kelembapan udara, dan rak sterilisasi masker N-95. Untuk memudahkan pengoperasian, kabin tersebut dilengkapi dengan alat hitung waktu (timer) otomatis. Selain itu, juga memiliki alat blower udara bersih.



Sebelumnya, Tim Laboratorium Energi Terbarukan FTMD ITB juga telah mengembangkan kabin sterilisasi versi kedua yang menggunakan uap hidrogen peroksida untuk menyeterilkan masker N-95. Kabin versi kedua tersebut telah digunakan di RS Dustira Cimahi, yang juga sebagai rumah sakit rujukan COVID-19. Sebelumnya, telah diproduksi kabin untuk versi pertama yang digunakan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Sehingga penyerahan kabin kali ini merupakan yang keempat kalinya dilakukan ITB.

Perwakilan dari Rumah Sakit Paru Rotinsulu, dr. Asima Manurung, menyampaikan terima kasih kepada ITB atas bantuan kabin sterilisasi masker N-95 tersebut. Menurutnya alat tersebut akan sangat bermanfaat dan membantu pihak rumah sakit dalam sterilisasi masker yang sudah dipakai tenaga medis, sehingga bisa dipakai kembali. "Ini merupakan bantuan yang kedua, sebelumnya kami juga telah menerima bantuan bilik swab dari ITB," ujar dr. Asima kepada Humas ITB.

Kontribusi ITB di Masa Pandemi

Pada acara penyerahan kabin sterilisasi masker N-95 tersebut juga dihadiri oleh Dekan FTMD Prof. Dr. Ir. Tata Cipta Dirgantara M.T., Sekretaris Lembaga Bidang Penelitian LPPM ITB Dr.rer.nat. Rino Rakhmata Mukti, S.Si., M.Si., dan perwakilan dari BPUDL ITB.


Dr. Rino mengatakan, saat masa pandemi COVID-19, ITB melalui LPPM ITB termotivasi untuk berkontribusi dalam hal penanganan pencegahan penyebaran COVID-19. Banyak penelitian dan program telah didukung oleh LPPM ITB untuk membantu Indonesia lepas dari pandemi. "Ini merupakan sumbangsih yang diberikan dari ITB kepada masyarakat di tengah situasi pandemi COVID-19. Kami berharap, alat ini bisa bermanfaat di rumah sakit Paru Dr. Rotinsulu bagi penanganan COVID-19," harapnya.

Sementara itu, Dekan FTMD Prof. Tata Cipta Dirgantara menyampaikan, krisis akibat pandemi ini merupakan kesempatan bagi para peneliti di Indonesia untuk menghasilkan karya dan produk-produk penelitian buatan sendiri sehingga tidak bergantung kepada negara lain. "ITB cukup banyak kelompok keahlian yang bisa memanfaatkan keahlian masing-masing dalam memecahkan masalah-masalah yang ada," tandasnya.