Berita / Utama

ITB Kembangkan Ventilator Portabel untuk Pasien COVID-19

Adi Permana - Jumat, 3 April 2020, 20:38:55 - Diperbaharui : Rabu, 22 - April - 2020, 12:29:23

*Dr. Syarif saat mencoba memakai ventilator di Masjid Salman ITB. (Foto: Dok. Pribadi)

BANDUNG, itb.ac.id – Saat ini, dunia tengah menghadapi pandemik virus corona (COVID-19). Terhitung bulan April 2020, sebanyak lebih dari 1 juta kasus Covid-19 telah terkonfirmasi di 204 negara dan teritori di seluruh dunia berdasarkan data dari worldometers.info/coronavirus/. Di Indonesia, hingga 2 April 2020, telah ada 1.790 kasus Covid-19 dengan rincian 1.508 kasus aktif, 112 orang sembuh, dan 170 orang meninggal. Melonjaknya jumlah pasien yang terinfeksi COVID-19 menyebabkan rumah sakit di Indonesia kekurangan alat serta petugas medis khusus untuk menangani pandemi virus ini.
Di tengah kekhawatiran pandemik COVID-19, hal yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan alat bantu medis. Salah satunya adalah ventilator. Alat ini dapat membantu pasien  yang kesulitan bernapas mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Namun di saat seperti ini, tidak semua Rumah sakit memiliki ventilator yang cukup, pertama hal ini disebabkan harga ventilator yang sangat mahal

Melihat kondisi tersebut, Dr. Syarif Hidayat, Dosen Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) dari Kelompok Keahlian Ketenagalistrikan, mengembangkan ventilator yang dapat digunakan dengan mudah oleh tenaga medis. Inisiatif Dr. Syarif Hidayat ini sejak awal didukung oleh YPM Salman ITB. Upaya ini selanjutnya didukung oleh LPPM ITB dan mendapat bantuan konsultasi teknis dari tenaga medis di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran. Purwarupa produk ventilator darurat tersebut diberi nama Vent-I (Ventilator Indonesia). Tim ini telah diminta untuk mempresentasikan rencana pengembangan ventilator tersebut pada video conference dengan Wakil Menteri BUMN dalam agenda presentasi dan pembahasan alat ventilator.

“Vent-I adalah alat bantu pernapasan bagi pasien yang masih dapat bernapas sendiri (jika pasien covid-19 pada gejala klinis tahap 2) , bukan diperuntukkan bagi pasien ICU,” ujar Jam’ah Halid selaku Manajer LPP Salman yang turut serta dalam pengembangan ventilator tersebut ketika dihubungi oleh reporter Humas ITB melalui pesan singkat.
Prototype Vent-I telah dipresentasikan di depan dokter senior Fakultas Kedokteran Unpad. Pada Presentasi awal terdapat tiga fungsi yang didemonstrasikan, yaitu CPAP (Continuous Positive Airway Pressure), CPC (Continuous Pressure Control), dan SPC (Synchronize Pressure Control). “Pertemuan ini merupakan pertemuan kami yang ketiga dan tim dokter  sangat mendukung pengembangan vent-I  dan menyarankan  terlebih dahulu untuk mengembangkan  fungsi CPAP  yang saat ini dibutuhkan oleh pasien COVID 19” jelas Jam’ah. 

Fungsi CPAP pada ventilator tersebut dapat digunakan oleh pasien yang mengalami sesak namun masih dapat bernapas sendiri agar tidak sampai harus dirawat di ICU. Tindak lanjut setelah pertemuan tersebut adalah kementerian kesehatan menugaskan BPFK ( Balai Pengujian Fasilitas Kesehatan ) untuk melakukan serangkaian pengujian  Vent-I.  Target awal dari Tim adalah membuat 100 buah Vent-I secara in house untuk disumbangkan  ke Rumah Sakit yang membutuhkan. 

Reporter: Qinthara Silmi Faizal (Manajemen, 2020)