Berita / Utama

Cegah Penyebaran COVID-19 di Lingkungan Kampus, ITB Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Adi Permana - Jumat, 20 Maret 2020, 21:27:01 - Diperbaharui : Senin, 11 - Mei - 2020, 12:38:12

BANDUNG, itb.ac.id – Sebagai bentuk pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di lingkungan kampus, Direktorat Sarana dan Prasarana ITB melakukan penyemprotan disinfektan sejak Selasa (17/3/2020) lalu. Kegiatan penyemprotan disinfektan dilakukan di lingkungan Kampus ITB Ganesa dan Gedung Rektorat ITB di Jalan Tamansari.


*Petugas dari Direktorat Sarana dan Prasarana ITB tengah menyemprotkan disinfektan di salah satu ruangan di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari No. 64 Bandung. (Foto: Humas ITB)

Diwawancara secara daring oleh reporter Humas ITB, Duddy Iskandar selaku Kasubdit Operasional dan Kebersihan Direktorat Sarana dan Prasarana ITB menjelaskan, prioritas utama penyemprotan adalah fasilitas umum yang sering digunakan masyarakat kampus seperti gedung-gedung kuliah umum, Aula Barat dan Aula Timur, auditorium, mushola, toilet, kursi dan bangku-bangku yang ada di taman dan selasar, area perkantoran, ruang rapat, dll. “Untuk kawasan di bawah pengelolaan fakultas/sekolah, penyemprotan disinfektan dilakukan oleh tim fakultas/sekolah,” ujar Duddy.

Duddy juga menjelaskan, kegiatan penyemprotan disinfektan telah dilakukan oleh hampir semua unit termasuk fakultas/sekolah di kawasannya masing-masing. Dapat dikatakan bahwa penyemprotan disinfektan ini merupakan upaya massal dan serentak dalam rangka mitigasi penyebaran COVID-19 di lingkungan kampus ITB.

Tahap persiapan yang dilakukan sebelum kegiatan penyemprotan cukup sederhana, yakni mengosongkan ruangan atau kawasan yang akan disemprot. Karena penyemprotan disinfektan dilakukan saat kampus telah ditutup secara terbatas, maka pengosongan kawasan menjadi lebih mudah. Selain itu, aktivitas di sekitar kawasan juga harus dihentikan. “Persiapan selain pengosongan ruangan, dari tim yang melakukan penyemprotan juga harus dilengkapi dengan APD (Alat Pelindung Diri), seperti masker, kacamata, dan sarung tangan. Kemudian setelah penyemprotan ditunggu sekitar 15 menit untuk proses penguapan alkohol yang menempel pada permukaan,” terang Duddy.

Zat disinfektan yang digunakan oleh Direktorat Sarana dan Prasarana ITB adalah IPA (isopropyl alcohol) dengan kadar 98%. IPA yang digunakan diencerkan dengan pencampuran air destilasi hingga kadar 71% dengan perbandingan 3:1 (3 liter IPA : 1 liter air destilasi). Dengan kandungan alkohol 70%, maka disinfektan dapat berfungsi untuk membasmi virus corona yang menempel pada permukaan benda.

Saat ini, penyemprotan masih dilaksanakan secara bertahap, agar seluruh lingkungan kampus steril dari virus atau mikroorganisme patogen. Idealnya, frekuensi penyemprotan dilakukan 2-3 kali sehari untuk ruangan yang aktif digunakan beraktivitas, terutama area atau spot yang sering dipegang. “Di ITB sedang penutupan terbatas, jadi setelah penyemprotan langsung ditutup dan disegel ruangannya. Nanti sebelum perkuliahan mulai kembali, baru akan disemprot lagi,” tambah Duddy.

Tidak hanya Kampus ITB Ganesa, kegiatan penyemprotan disinfektan juga dilakukan di Kampus ITB Jatinangor. Selain itu, upaya yang dilakukan dalam rangka mitigasi penyebaran virus corona ini yakni pengalihan perkuliahan dengan sistem daring, serta membatasi kegiatan bersama di dalam wilayah kampus. Duddy berharap agar masyarakat kampus dan lingkungan kampus terbebas dari ancaman virus corona. Ia juga menyampaikan bahwa Direktorat Sarana dan Prasarana akan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk sivitas akademika ITB sehingga tercipta keadaan aman, nyaman, dan sehat dalam berkegiatan.

Reporter : Annisa Nur Diana (Teknik Lingkungan, 2015)