Berita / Penelitian

Sidang di Masa Pencegahan Penyebaran COVID-19, Anita Berhasil Pertahankan Disertasinya tentang Membran Ultrafiltrasi

Adi Permana - Kamis, 19 Maret 2020, 13:19:42 - Diperbaharui : Kamis, 19 - Maret - 2020, 13:20:32

BANDUNG, itb.ac.id – Mahasiswi program studi S3 Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Bandung (ITB), Anita Kusuma Wardani berhasil meraih gelar doktor dengan menghasilkan 33 publikasi internasional selama masa studi S3 di ITB. Dari 33 publikasi tersebut, 17 diantaranya masuk ke dalam kategori jurnal internasional Q1 dan Q2.


*Foto: Adi Permana/Humas ITB

Anita membuat disertasi dengan judul Modifikasi Hidrofilik pada Permukaan Membran Ultrafiltrasi Berbasis Polipropilena. Namun karena sidang promosi doktor Anita pada Selasa (17/3/2020) berlangsung di tengah masa pencegahan penyebaran Covid-19 di Kampus ITB, sidang pun digelar dengan disiarkan secara live streaming di kanal Youtube ITB. Kendati demikian, Anita berhasil mempertahankan disertasinya dan diberi gelar doktor dengan yudisium cumlaude.

Kepada reporter Humas ITB, Anita menuturkan, bahwa fokus dari penelitiannya selama menempuh studi doktoral adalah pada teknologi membran dengan tujuan meningkatkan hidrofilisitas permukaan pada membran ultrafiltrasi berbasis polipropilena. “Penelitian ini dilatarbelakangi oleh defisit air minum di Indonesia, di mana berdasarkan data yang dipublikasikan oleh WHO, baru sekitar 57,35% dari total penduduk indonesia yang mendapatkan akses layanan air minum pada tahun 2017,” ungkap Anita.

Ia menjelaskan bahwa membran ultrafiltrasi (UF) merupakan salah satu proses pemisahan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai teknologi pengolahan air minum. Namun, material-material yang selama ini telah digunakan untuk produksi membran UF umumnya memiliki stabilitas mekanik yang rendah, harga yang tinggi, dan ketersediaannya terbatas sehingga masih menjadi kendala utama dalam pengembangan membran UF sebagai teknologi pengolahan air minum di Indonesia. Atas dasar tersebut, di bawah bimbingan Prof. Dr. I Gede Wenten, Prof. Dr. Danu Ariono, dan Prof. Dr. Subagjo, ia mengembangkan membran UF berbasis polipropilena (PP) yang memiliki kestabilan kimia dan mekanik yang baik, harga yang murah, dan ketersediaannya melimpah.

Perempuan yang menempuh S1 dan S2 di Teknik Kimia ITB ini menuturkan bahwa kinerja membran PP pada proses pengolahan air masih rendah karena karakteristik hidrofobik dari membran PP. “Modifikasi untuk meningkatkan hidrofilisitas pada membran PP perlu dilakukan untuk meningkatkan kinerja membran PP dalam proses pengolahan air,” jelasnya.

Rahasia Menulis Publikasi Internasional

Anita yang berasal dari Banyuwangi ini merupakan salah satu mahasiswi yang produktif dalam menghasilkan publikasi internasional. Menurut Anita, cara belajar menulis publikasi yang paling efektif adalah dengan learning by doing. “Awalnya mungkin terasa berat, namun dengan memaksakan diri untuk terus berlatih secara perlahan kita akan mendapatkan pola menulis yang efektif. Saran dari pembimbing juga sangat diperlukan,” ungkapnya.



*Foto: Adi Permana/Humas ITB

Selain itu, ia tidak menganggap penelitian selama S3 sebagai beban melainkan sebagai peluang untuk menghasilkan karya dan mengasah kemampuan berpikir kreatif. “Setiap penelitian harus dilakukan dengan enjoy. Kita juga harus mengatur target selama penelitian. Walaupun kendala yang saya hadapi adalah keterbatasan alat untuk karakterisasi, namun semuanya dapat berjalan dengan baik karena komunikasi dengan berbagai pihak yang memungkinkan untuk membantu proses karakterisasi,” jelasnya.

Ia bercerita, salah satu alasan melanjutkan sampai jenjang S3 adalah karena ia mengejar cita-cita menjadi seorang dosen. Menurut pandangannya, dosen merupakan pekerjaan yang dinamis, karena tidak hanya mengajar di kelas tapi juga dapat melakukan inovasi melalui penelitian dan memberikan pelayanan melalui pengabdian masyarakat. “Pekerjaan yang dinamis dan kebermanfaatan yang begitu besar membuat saya tertarik untuk menjadi dosen,” ungkapnya.

Selain itu dukungan penuh dari orangtua memantapkan langkahnya untuk melanjutkan jenjang pendidikan tertinggi dan lulus tepat 4 tahun. Ia berharap di masa depan ia akan menjadi akademisi yang lebih berkembang, lebih inovatif, dan lebih berani untuk bersaing pada skala global.

Pada akhir wawancara, Anita menyampaikan beberapa pesan untuk mahasiswa ITB lainnya yang sedang menjalankan penelitian. “Buatlah suasana laboratorium senyaman mungkin, jaga hubungan baik dengan seluruh anggota laboratorium supaya penelitian menjadi kegiatan yang menyenangkan, lalu jangan lupa untuk tetap bersosialisasi. Berkumpul dengan teman-teman dari laboratorium maupun jurusan lain karena dapat memperluas pengetahuan kita tentang penelitian-penelitian apa saja yang sedang dikembangkan,” tuturnya.

Selaku promotor, Prof. Dr. I Gede Wenten menyampaikan selamat kepada Anita karena kerja kerasnya selama 3.5 tahun melakukan penelitian telah selesai. Anita pun kini berhak  menyandang gelar Dr. Anita Kusuma Wardani. Prof. Wenten menyampaikan pesan, bahwa seorang doktor adalah orang yang terlatih dalam melakukan riset secara mandiri. Riset adalah sebuah kegiatan mengeksplorasi intelektualitas manusia untuk mencari jawaban atas persoalan yang dihadapi atau diciptakan. Riset dilakukan menurut prinsip dan kaidah ilmiah universal seperti berpikir secara runtun dan argumentatif, menjunjung tinggi objektivitas, dan kejujuran ilmiah serta rendah hati dalam mengakui karya orang lain yang terkait dengan risetnya.

“Sebagai seorang doktor, tugasmu selanjutnya adalah melanjutkan pengembangan ilmu di bidang teknologi membran dengan mengeksplorasi hal baru. Banyak persoalan nyata di masyarakat yang perlu dicari pemecahan masalahnya. Tidak jarang persoalannya cukup rumit sehingga membutuhkan kemampuan yang tinggi pula,” pesannya.

Reporter: Billy Akbar Prabowo (Teknik Metalurgi, 2016)