Berita / Utama

President PT. P&G Indonesia Berbagi Tips Sukses Mengelola Bisnis

Adi Permana - Senin, 16 Maret 2020, 13:58:54 - Diperbaharui : Senin, 23 - Maret - 2020, 00:51:45

BANDUNG, itb.ac.id – President Director PT. Procter and Gamble Home Product Indonesia (PT. P&G Indonesia) LV Vaidyanathan mengatakan, dalam dunia bisnis tak jarang ada perusahaan yang telah lama berdiri lalu mengalami kebangkrutan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu strategi yang dapat memastikan bahwa perusahaan tetap mencapai kesuksesan secara kontinu hingga beberapa dekade ke depan tidak hanya dalam jangka waktu yang singkat.

Hal tersebut disampaikan LV Vaidyanathan dalam Studium Generale KU 4078 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Jalan Ganesa No.10 Bandung, Rabu (11/3/2020). Dalam Studium Generale tersebut, LV menyampaikan tema tentang Contructive Distruption.

Vaidyanathan mengungkapkan, secara garis besar terdapat lima strategi yang telah dijalankan oleh PT. P&G untuk mencapai kesuksesan dalam menjalankan bisnis mereka. Strategi pertama adalah performance driven brand choice. Menurutnya, pemasaran produk merupakan salah satu inovasi sederhana yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Dalam pemasaran produk harus memiliki keunikan dan dapat memenuhi kebutuhan konsumennya.

Strategi kedua yaitu superiority. Maksudnya adalah, produk-produk yang dikeluarkan harus memiliki keunggulan dalam hal performa, komunikasi, dan juga akan lebih unggul dalam value. Ketiga yaitu productivity. Dalam hal ini, PT. P&G berfokus sistem operasi dan produktivitas produk, sehingga apabila terdapat kemungkinan yang merugikan dapat dihilangkan dan pertumbuhan keuntungan akan semakin baik.

Vaidyanathan melanjutkan, strategi keempat yaitu constructive destruption. Menurutnya, apabila suatu sistem atau strategi berjalan dengan sangat baik, maka perusahaan perlu untuk kembali menganalisis kemungkinan kesalahan atau gangguan yang akan terjadi ke depannya. “Karena tidak ada yang dapat menjamin bahwa kesuksesan yang kita capai hari ini akan tetap bertahan di masa depan hingga kita membuat suatu perubahan dalam hal apa yang kita lakukan,” ujar Vaidyanathan.

Strategi terakhir dan tidak kalah penting, disampaikan Vaidyanathan, yaitu organization. Dalam sebuah perusahaan, sangat diperlukan organisasi yang empowered, agile, dan accountable. “Kami memiliki cara yang unik dalam perekrutan dan promosi staf-staf kami,” ujar Vaidyanathan.

Reporter: Sarah Rismayanti (SITHR, 2017)