Rektor ITB Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban Selama Periode 2015-2019

By Adi Permana

Editor -

BANDUNG, itb.ac.id – Majelis Wali Amanat (MWA) ITB menyelenggarakan Sidang Terbuka Pertanggungjawaban Rektor ITB Periode 2015-2020 di Aula Barat Kampus ITB, Jalan Ganesa No.10, Bandung, Jumat (10/1/2020). Acara tersebut sekaligus diselenggarakan dengan Temu Awal Semester II Tahun Akademik 2019/2020.

Sidang tersebut dibuka oleh Ketua MWA ITB Yani Panigoro, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Senat Akademik ITB Prof. Hermawan Kresno Dipojono. Kegiatan tersebut dihadiri oleh semua sivitas akademika ITB.

Dalam sambutannya, Prof. Hermawan menyampaikan, sebagai institusi akademik, ITB mempunyai dan senantiasa menjaga nilai-nilai dasar yang luhur dan prinsip seperti yang tercantum pada statutanya. “Di sanalah terletak martabat, harkat, marwah, dan kemulyaan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sebagai institusi ITB dipandang hebat dan unggul tidak semata-mata karena ranking yang tinggi, namun juga karena memiliki nilai-nilai luhur dan prinsip yang mulia. Mengenai hal tersebut, semua punya kewajiban untuk tidak hanya menjaga nilai luhur tersebut tapi juga menyebarluaskannya melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Atas nama Senat Akademik ITB maupun pribadi, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Rektor ITB Prof. Kadarsah Suryadi bersama dengan jajaran pimpinan ITB yang selama lima tahun terakhir telah membawa ITB menjadi institusi yang membanggakan seperti saat ini, melanjutkan capaian dari para pimpinan ITB terdahulu melalui continous improvement,” sambungnya.

Disampaikan Prof. Hermawan, dalam waktu dekat, ITB akan memiliki rektor baru yang telah terpilih yaitu Prof. Reini Wirahadikusumah. Kini dan selanjutnya menjadi kewajiban bagi Senat Akademik ITB bersama rektor baru untuk terus melanjutkan tradisi keunggulan dari ITB.

Usai sambutan, Rektor ITB Prof. Kadarsah menyampaikan laporan pertanggungjawab 2015-2020 yang difokuskan pada tiga poin besar yaitu ITB sebagai Entrepreneurial University, Capaian ITB 2015-2020 dan tahapan ke depan.

Dijelaskan Prof. Kadarsah, ITB sebagai entrepreneurial university adalah universitas penelitian yang mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, ilmu sosial, serta ilmu humaniora, dan memiliki kemampuan inovasi untuk menjawab tantangan dan peluang dalam rangka meningkatkan nilai tambah ekonomi serta sosial untuk memajukan dan mewujudkan bangsa yang kuat, bersatu, berdaulat, bermartabat, dan sejahtera.

“Entrepreneurial university tidak terlepas dari tiga indikator utama yaitu excellence in innovation, excellence in research, dan excellence in teaching,” ucapnya.

Dari sisi akreditasi, ITB terus berupaya untuk meningkatkan jumlah program studi terakreditasi internasional. Saat ini ITB memiliki 39 Program Studi yang memiliki akreditasi internasional seperti ABET (Amerika Serikat), RSC (Inggris), ASIIN (Jerman), KAB (Korea Selatan), JABEE (Jepang) , ABEST21 (International) serta 9 Program Studi lainnya tengah dalam proses akreditasi ABET dan NASAD (Amerika Serikat).

Dari sisi pengeolaan, Rektor menyampaikan bahwa selama 2015-2018 ITB meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Akuntabilitas Pengelolaan dan Laporan Keuangan. Saat ini ITB memiliki 12 fakultas/sekolah, 110 kelompok keahlian, 7 pusat penelitian, 25 pusat, dan 6 pusat unggulan iptek. 

Kemudian total publikasi di Scopus pada tahun 2015 sebanyak 1081 dan tahun 2019 meningkat di angka 1833 dan akan terus meningkat lagi. Sementara untuk jumlah sitasi kumulatif di Scopus Tahun 2015 adalah 4.980 dan di tahun 2019 menjadi 12.366. “Total judul penelitian, dari tahun 2015 ada 556 judul penelitian, kemudian meningkat di tahun 2019 menjadi 1264 judul,” jelas Prof. Kadarsah.

Prestasi lain yang telah ditorehkan oleh ITB disampaikan rektor adalah, berdasarkan QS World University Ranking Tahun 2020 peringkat ITB berada di posisi 331, dan QS Asian University Rangking Tahun 2020 yaitu posisi ke-66.

Sementara menurut THE World University Rankings, ranking ITB Tahun 2020 berada di posisi 1001 ranking dunia, 201-250 ranking asia, dan 164 untuk BRICS & Emerging Economies Ranking. Sementara menurut THE Ranking by Subject, di bidang computer science ranking 601+, engineering and technology 601-800, dan business and economics 401-500. “Prestasi lain yang telah ditorehkan oleh ITB disampaikan rektor adalah, menurut QS World University Ranking 2020 ITB berada di peringkat 331, dan QS Asian University Rangking Tahun 2020 yaitu posisi ke-66,” ungkapnya.

Di tingkat nasional ITB meraih peringkat pertama klasterisasi Peguruan Tinggi Non-Vokasi tahun 2019. Pada tahun 2019 ITB berhasil meraih predikat badan publik informatif kategori perguruan tinggi dari Komisi Informasi (KI).

Selanjutnya, ITB mendapatkan apresiasi sebagai PTN yang telah menjalankan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). ITB juga mendapatkan penghargaan sebagai institusi dengan produktivitas publikasi tertinggi dalam Sinta Award 2018. Kemudian menerima penghargaan Widyapadhi Universitat/Institut dan penghargaan Widyapadhi Krida dalam anugerah IPTEK dan Inovasi 2019.