Berita / MoU

Kembangkan Teknologi Artificial Intellegence, ITB Jalin Kerjasama dengan Nodeflux

Adi Permana - Selasa, 26 November 2019, 09:54:45

*Co Founder & Chief Executive Officer Nodeflux Meidy Fitranto dengan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB Dr. Miming Miharja berfoto bersama usai penandatanganan nota kesepahaman bersama. (Foto: Adi Permana/Humas ITB)


BANDUNG, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) menjalin nota kesepahaman bersama dengan PT Nodeflux Teknologi Indonesia dalam bidang kerjasama riset dan pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) bertempat di Ruang Rapim A, Gedung CCAR ITB, Jalan Tamansari No. 64 Bandung, Senin (25/11/2019).

Penandatangan kerjasama tersebut dilakukan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan ITB Prof. Bambang Riyanto Trilaksono yang dalam hal ini diwakili oleh Dr. Miming Miharja selaku Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB dengan Co Founder & Chief Executive Officer Nodeflux Meidy Fitranto.

Nodeflux sendiri adalah perusahaan startup Indonesia yang bergerak di bidang AI. Perusahaan ini didirikan pada 2016. Bidang AI yang akan dikerjasamakan dengan ITB ialah melakukan riset inovasi dalam menciptakan dan mengembangkan hardware Deep Learning Inference Chip (DLIC).

DLIC merupakan salah satu komponen dasar perangkat komputer berbentuk sirkuit terpadu yang bekerja dengan menggunakan serangkaian algoritma pembelajaran mendalam (deep learning) melalui data visual (foto/gambar/video), sehingga dapat menghasilkan data yang terstruktur serta menghasilkan informasi yang bernilai sebagai bahan pemangku kepentingan dalam membuat keputusan strategis.

Manfaat dari penggunaan DLIC dalam Vision AI ini dapat memproses transfer data lebih cepat untuk menghindari adanya latency (jeda waktu pengiriman data dari pengirim ke penerima), sehingga menciptakan proses inference machine learning model yang lebih efisien. Dalam kerjasama ini, Nodeflux akan menyediakan akses, cases dan spesifikasi deep learning network sebagai referensi perumusan arsitektur AI hardware yang akan dirancang. Sedangkan pihak IC Lab Design, Pusat Mikroelektronika ITB, akan membuat hardware prototype dan mengintegrasikan sistem arsitektur agar fungsi-fungsi berjalan dengan baik saat diaplikasikan.

“Melalui upaya sinergi yang dilakukan bersama dengan ITB, kami berharap agar akselerasi kemajuan teknologi Indonesia bisa lebih cepat dan menumbuhkan kepercayaan diri dan pemikiran bahwa Indonesia berhak untuk bisa maju. Kami akan mendukung sepenuhnya kontribusi yang dilakukan bersama dengan instansi pendidikan demi terbukanya kesempatan untuk berinovasi,” tutur Faris Rahman, Co-Founder dan CTO dari Nodeflux.

Sementara itu, Dr. Miming Miharja menyampaikan bahwa ITB sangat menyambut baik kerjasama yang akan dilakukan dengan Nodeflux.  “Apa yang Nodeflux lakukan sangat in line dengan apa yang dilakukan oleh ITB. AI adalah salah satu bidang yang jadi fokus dalam penelitian di ITB,” ujar Dr. Miming dalam sambutannya.

*Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB Dr. Miming Miharja (kanan) tengah menyampaikan sambutan terkait rencana kerjasama pengembangan AI antara ITB dan Nodeflux. (Foto: Adi Permana/Humas ITB)

Menurut Dr. Miming, kompetisi pengembangan AI di dunia memang sangat ketat, tapi di sisi lain, potensi market di Indonesia juga sangat besar. Jika lambat mengikuti perkembangan dan berkompetisi, Indonesia bisa mengalami kerugian besar, ujarnya. Untuk itu, upaya pengembangan AI seperti yang akan dilakukan ITB dan Nodeflux perlu didukung. 

“Mewakili ITB, saya menyambut baik kerjasama antara Nodeflux saya yakin kerjasama antara kepakaran di ITB dan pelaku bisnis, kedua kekuatan ini bisa jadi cikal bakal untuk bisa berkompetisi. ITB sangat men-support, mudah-mudahan yang dicita-citakan bisa tercapai,” pungkasnya.

ITB sendiri telah mengembangkan riset-riset unggulannya melalui 120 kelompok keahlian dari 12 Fakultas/Sekolah, 22 Pusat (diantaranya Pusat Mikroelektronika), 7 Pusat Penelitian dan 6 Pusat Unggulan Iptek (PUI) Nasional untuk menjawab berbagai permasalahan dunia industri yang akan berujung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat secara umum.

Laboratorium IC Desain ITB merupakan bagian dari Pusat Mikroelektronika ITB yang fokus dalam penelitian dan pengembangan dalam bidang chip. Dengan bekerja sama dengan industri dan pemerintah, Lab IC Desain telah melakukan pengembangan chip untuk 4G, IoT dan lain sebagainya.