Berita / Utama

ITB Juara 1 Nasional UNDP SDGs Debate Competition 2019

Adi Permana - Kamis, 21 November 2019, 18:17:58 - Diperbaharui : Jumat, 22 - November - 2019, 06:02:18


BANDUNG, itb.ac.id – Tim Mahasiswa Institut Teknologi Bandung berhasil meraih juara 1 kompetisi UNDP SDGs (Sustainable Development Goals) Debate Competition 2019 yang diadakan oleh UNDP Indonesia bersama dengan Kementerian PPN / Bappenas, Kementerian Luar Negeri, dan Tanoto Foundation. Tim dari ITB diwakili oleh M. Ilham Akbar (Arsitektur 2016), M. Majid Al-Kindi (Kimia 2016), dan Albert Angkasa (Teknik Kimia 2016). Mereka merupakan anggota dari Unit SEF (Student English Forum) ITB yang merupakan wadah bagi mahasiswa yang tertarik dan mau berpartisipasi aktif dalam aktivitas debat berbahasa Inggris.

Kontes yang bertemakan “SDGs: The Future is Ours” ini diikuti oleh 24 tim dari seluruh penjuru Indonesia. “Peserta tim memiliki keterwakilan universitas dari Aceh sampai Papua,“ ucap Kindy, salah satu anggota tim saat diwawancara. Sebelumnya, ada 65 tim yang mendaftar, namun lewat seleksi adminsitrasi yang cukup ketat hanya beberapa tim yang bisa ikut berkompetisi di Universitas Atma Jaya dan Hotel Fairmont, Jakarta, 6-9 Oktober 2019.

Dalam rangka menghadapi kompetisi tersebut, tim sudah menyiapkan bahan-bahan seperti riset dan survei akan poin-poin SDGs yang lengkap dan komprehensif. “Belum lagi, kita harus punya data yang valid dan punya laporan yang interpretasinya real dan tidak bias,“ sambung Kindi. Beruntungnya, mereka bisa memersiapkan hal tersebut dengan baik berkat jaringan alumni Unit SEF ITB di berbagai lembaga dan badan riset terkait SDG.

Selain persiapan materil, Kindi juga meyakini ada faktor jam terbang dan mental dalam keberhasilannya. Tidak hanya itu, anggota-anggota dari tim debat ini juga sudah memiliki pengalaman di level kompetisi nasional maupun skala internasional (Asia). Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi tim untuk menghadapi kompetisi debat UNPD SDGs Debate Competition 2019. “Kalau di kompetisi debat internasional itu, peserta rata-rata bicara cepat, padat, informatif, tapi juga tetap faktual, pembiasaan dan pengetahuan ini tidak bisa didapat secara cepat tanpa pengalaman langsung,“ ujar Kindi menjelaskan.

Kindi juga menyanjung pelaksanaan dari kompetisi ini baik persediaan mosi maupun tata pelaksanaannya. Peserta dari kompetisi tidak hanya diajak berpikir lewat mosi-mosi yang kontroversial, tetapi juga mendapat pengetahuan lewat seminar-seminar yang diadakan. “Ada banyak stakeholders juga ‘kan yang ikut dalam pelaksanaan kompetisi ini, mereka semua menyumbang pengetahuan baik lewat stand maupun seminar, semuanya untuk menyosialisasikan dan mewujudkan SDGs,“ terang Kindi.

Reporter: Ferio Brahmana (Teknik Fisika, 2017)