Berita / Utama

Peringatan Hari Pahlawan 10 November di ITB

Adi Permana - Senin, 11 November 2019, 10:16:21

*Suasana upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 di Halaman Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari No. 64 Bandung, Senin (11/11/2019). (Foto: Adi Permana/Humas ITB)


BANDUNG, itb.ac.id -- Institut Teknologi Bandung melaksanakan upacara bendera dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 di Halaman Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari No. 64, Kota Bandung, Senin (11/11/2019). Upacara tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikui oleh sivitas akademika dan tenaga kependidikan di ITB.

Pada upacara tersebut Rektor ITB Prof. Kadarsah Suryadi yang bertindak selaku pembicara upacara, membacakan amanat dari Menteri Sosial RI pada Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 yang jatuh setiap tanggal 10 November.

Prof. Kadarsah mengajak semua pihak dalam Peringatan Hari Pahlawan ini untuk kembali merenungi peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Dengan begitu, kita dapat lebih menghargai jasa dan pengorbanan para pahlawan, sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers “Bung Karno” yang menyatakan bahwa “hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar”.

Selain itu, melalui Peringatan Hari Pahlawan ini juga kita bangkitkan semangat berinovasi bagi anak-anak bangsa untuk menjadi Pahlawan Masa Kini, sebagaimana tema Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2019 “Aku Pahlawan Masa Kini”.

“Menjadi Pahlawan Masa Kini dapat dilakukan oleh siapapun Warga Negara Indonesia, dalam bentuk aksi-aksi nyata memperkuat keutuhan NKRI, seperti menolong sesama yang terkena musibah, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, tidak menyebarkan berita hoax, tidak melakukan perbuatan anarkis atau merugikan orang lain dan sebagainya,” ujarnya.

*Prosesi pengibaran bendera merah putih oleh petugas upacara. (Foto: Adi Permana/Humas ITB)

Jika dahulu semangat kepahlawanan ditunjukkan melalui pengorbanan tenaga, harta, bahkan nyawa. Sekarang, untuk menjadi pahlawan, bukan hanya mereka yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah, tetapi kita juga bisa dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, membawa harum nama bangsa di mata Internasional.

“Peringatan Hari Pahlawan kiranya dapat meningkatkan kesadaran kita untuk lebih mencintai tanah air dan menjaganya sampai akhir hayat,” ungkapnya.

Disampaikan Prof. Kadarsah, Hari Pahlawan kiranya bukan hanya bersifat seremonial semata, tetapi dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang dapat menyuburkan rasa nasionalisme dan meningkatkan rasa kepedulian untuk menolong sesama yang membutuhkan.