Berita / Utama

Debat Terbuka 3 Calon Rektor ITB 2020-2025 “Ngariung Bareng Calon Rektor ITB Waktunya Menyapa Khalayak”

Adi Permana - Selasa, 5 November 2019, 10:00:14 - Diperbaharui : Rabu, 6 - November - 2019, 07:45:12

*Tiga Calon Rektor ITB 2020-2025 mengikuti kegiatan Sidang Terbuka Majelis Wali Amanat ITB dalam rangka Pemilihan Rektor ITB di Kampus ITB, Sabtu (2/11/2019). Foto: Adi Permana/Humas ITB


BANDUNG, itb.ac.id – Pemilihan Rektor ITB 2020-2025 telah mencapai babak baru. Hasil Sidang Tertutup Senat Akademik ITB pada Jumat, 1 Nopember 2019 menetapkan 3 Calon Rektor ITB yaitu Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring, M.Eng., Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., dan Prof.Ir. N.R. Reini D. Wirahadikusuma MSCE, Ph.D. 

Setelah penetapan tersebut, para calon melakukan Debat Terbuka 3 Calon Rektor ITB 2020-2025. Dengan tajuk “Ngariung Bareng Calon Rektor ITB Waktunya Menyapa Khalayak” agenda ini digelar di Kampus ITB Jalan Ganesa No. 10 Bandung pada 2 Nopember 2019 pada pukul 08.00-13.00 WIB. Acara tersebut dihadiri lebih dari 1000 orang yang terdiri atas sivitas akademika ITB yaitu tenaga kependidikan, dosen, mahasiswa, dan umum.

Walaupun bernama Debat Calon Rektor, namun konsep acara dikemas santai dengan diselingi beberapa penampilan musik dari Band FSRD ITB, Band Mahasiswa ITB, dan Band Tendik ITB. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Senat Akademik ITB, Prof. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, Ph.D., serta Ketua Majelis Wali Amanat ITB Ir. Yani Panigoro, M.M. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemaparan visi misi 3 Calon Rektor ITB serta tanya jawab.

Pemaparan visi misi dimulai oleh Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring, M.Eng. Ia menyampaikan visi yaitu Motor Inovasi ITB Enterprise Untuk Mewujudkan ITB Sebagai Globally Respected and Locally Relevant University. “Untuk menyikapi perubahan yang terjadi di dunia ini terutama dalam bidang informasi maka ITB harus melakukan inovasi berkelanjutan sehingga menjadi organisasi yang mampu berinovasi, bertahan, dan berkembang dalam situasi ketidakpastian,” tuturnya. 

Menurut Prof. Jaka, mentransformasi ITB menjadi motor inovasi harus dilakukan secara holistik dengan cara pandang 3M yaitt Mind, Man, and Machine. Mind untuk awareness terhadap situasi global, innovate or die, dan menyadari jati diri In Harmonia Progressio. Man menyangkut tata kelola organisasi yang lincah, adaptif dan inovatif. Machine terkait pada perangkat sarana dan prasarana pendukung tujuan/misi.

Pemaparan visi misi selanjutnya dari calon rektor Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA. Ia memiliki visi yaitu ITB Tahun 2025: Entrepreneurial University - 100.4.4.100. ITB 2020-2025 dicerminkan oleh 100.4.4.100, maknanya adalah: Angka 100 adalah kondisi menjelang 100 tahun ITB. Angka 4 adalah Revolusi Industri 4.0 (R.I. 4.0). Angka 4 kedua adalah ITB menuju 4th Generation University. Angka 100 kedua bermakna momen menuju Visi Indonesia 2045 (100 tahun). 

“Terdapat beberapa tantangan ke depan yaitu Revolusi Industri 4.0, Universitas Generasi ke-4, serta Visi Indonesia 2045 atau perayaan 100 tahun kemerdekaan RI yang memiliki 4 pilar yaitu pembangunan manusia dan penguasaan ilmu pengetahuan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan,” jelasnya.

Pemaparan visi misi dilanjutkan oleh Prof.Ir. N.R. Reini Djuhraeni W. MSCE, Ph.D. Reini menawarkan konsep ITB 2025 – In Harmonia Progressio untuk Menggapai Martabat Bangsa dan Reputasi Dunia. “Sejalan dengan harapan masyarakat dan seluruh sivitas akademika ITB, Senat Akademik menyusun RENIP ITB 2020-2025, memberi arah pengembangan menjadi ‘Globally Respected and Locally Relevant University.’ Banyak capaian yang telah diraih oleh para pemimpin sebelumnya, namun lingkungan selalu berubah sehingga ITB harus senantiasa adaptif. Upaya transformasi ITB selayaknya bersifat proaktif dan berwawasan jauh ke depan, bukan semata-mata upaya perubahan dalam kondisi krisis/terdesak,” ungkapnya.

Reini menawarkan empat usulan program transformasi yaitu Inisiatif Transformasi, Pusat Keunggulan, Multikampus, dan ITB Enterprise. Sehingga diharapkan ITB 2025 dapat menjadi institusi yang memiliki reputasi pemberi solusi terhadap masalah di masyarakat dan mengangkat martabat bangsa. Kemudian memiliki reputasi akademik yang diakui sejajar dengan mitra internasional, serta lulusan ITB sebagai pemimpin bangsa di berbagai peran dan tingkatan, memiliki sikap inovatif, kepeloporan, kolaboratif, dan berintegritas, sebagai kontributor pembangunan nasional.

Pada akhir acara ngariung bareng yang juga disiarkan secara terbuka melalui live streaming ini, panitia mengumumkan popular vote dari khalayak dengan perolehan suara Prof. Kadarsah Suryadi 358 suara, Prof. Jaka Sembiring 150 suara, dan Prof. Reini Wirahadikusumah 81 suara. 

Rangkaian kegiatan pemilihan rektor ITB 2020-2025 selanjutnya adalah sidang oleh MWA dan Pengesahan Rektor ITB terpilih yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 7 November 2019 di Jakarta. Sidang ini rencananya dihadiri oleh Nadiem Makariem selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Reporter: Billy Akbar Prabowo (Teknik Metalurgi, 2016)