Berita / Utama

Sodiko Hidayad, Wisudawan Inspiratif Pendiri Startup Eduka System

Adi Permana - Kamis, 17 Oktober 2019, 16:37:44 - Diperbaharui : Kamis, 17 - Oktober - 2019, 16:38:59


BANDUNG, itb.ac.id — Wisuda Oktober Tahun Akademik 2019/2020 akan terasa sangat spesial bagi Sodiko Hidayad, mahasiswa jurusan Kewirausahaan di Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB). Spesial karena ia telah berhasil mendirikan startup Eduka System bersama teman-temannya serta berhasil menorehkan berbagai prestasi lainnya selama tiga tahun kuliah di ITB.

Ketertarikan Sodiko terhadap ilmu bisnis sudah terlihat sejak SMA di mana pada waktu itu hari-harinya dipenuhi dengan mempelajari ilmu marketing dan bisnis. Tidak hanya itu, sejak SMA Sodiko sudah mampu menghasilkan uang sendiri dari berbagai projek yang dia kerjakan. Penghasilan Rp 1 juta – Rp 2 juta setiap bulannya dia gunakan untuk menabung, ikut seminar, dan belajar bisnis online. Minatnya tersebut membuat Sodiko memiliki impian untuk menjadi pebisnis dan masuk ITB. 

Berasal dari keluarga sederhana, butuh waktu bagi Sodiko untuk meyakinkan kedua orangtuanya yang menginginkan dirinya menjadi Pegawai Negeri Sipil. Berkat informasi kakak kelas SMAnya yang mengatakan bahwa di ITB tidak ada mahasiswa yang dikeluarkan karena biaya, membangkitkan kembali mimpi dan harapan Sodiko untuk masuk ITB. Akhirnya pada tahun 2016 Sodiko memberanikan diri  melanjutkan kuliah dengan mengambil peminatan kewirausahaan di ITB.

Berkat usaha dan doa dari orangtuanya, Sodiko pun berhasil meraih beasiswa Bidikmisi di ITB. Saat diterima menjadi mahasiswa bidikmisi, Sodiko diwajibkan untuk tinggal di asrama dan dari situlah dia bertemu dengan Faiz (Informatika 2016) yang memiliki minat yang sama untuk membangun startup digital. 

Sejak itu, keduanya sering mengikuti lomba ide bisnis dan bisnis case untuk melatih critical thingking. Banyak prestasi yang telah berhasil Sodiko raih, diantaranya berhasil meraih juara favorit model bisnis PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) IKOPIN dan Kementrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada tahun 2017 serta juara 1 lomba Bisnis Case Martha Tilaar.

“Kolaborasi sangat penting dalam membangun bisnis, serta ketika akan membangun sebuah startup jangan membatasi diri dengan alasan tidak ada modal atau sebagainya, karena jika ide kita bagus pasti ada investor yang akan memberikan dana,” ujarnya.

Tidak cukup hanya itu, Sodiko beserta temannya Faiz, Daniel, dan Habibi ikut serta dalam sayembara bisnis bagi mahasiswa, yang diadakan oleh ITB. Saat itulah awal mula startup Eduka System berhasil meraih pendanaan usaha sebesar Rp 10 juta dari Pameran Mahasiswa Wirausaha (PMW) ITB 2018.

 “Jika bisnis kita growth maka kita juga harus growth, jangan tinggalkan kegiatan akademik, jika usaha kita sudah maju. Waktu perkuliahan manfaatkan sebaik-baiknya, dan manfaatkan semua opportunity yang ada,” pesan Sodiko kepada mahasiswa ITB saat ditemui Reporter Humas ITB, Rabu (16/10/2019).

Tentang Eduka System

Eduka System adalah platform untuk latihan soal UTBK/SBMPTN bagi siswa SMA yang akan masuk perguruan tinggi. Eduka System mulai launching pada November 2018. Dalam 7 bulan pertama, mereka berhasil mendapatkan 300 ribu siswa pendaftar. Tim Eduka System juga berhasil meraih bimbingan dari inkubator bisnis LPIK ITB dan Greather Hub-SBM serta juga pendanaan tambahan dari LPIK ITB, program BIP Bekraf, serta dari Angel Investor.

Per Oktober 2019, tercatat lebih dari 550 ribu siswa terdaftar di platform Eduka System. Tim Eduka System yang awal mulanya hanya berempat, sekarang berkembang menjadi 60 orang. Tim ini pada beberapa bulan sebelumnya telah berhasil mengadakan sebanyak 10 kali tryout UTBK bagi siswa SMA. 

Sodiko dan kawan-kawannya hingga saat ini terus mengembangkan soal-soal tryout latihan untuk menghadapi ulangan atau ujian bagi siswa SMA. Keberhasilan tersebut tidak membuatnya lupa terhadap sesama. Sebagai rasa syukur, ia dan kawan-kawannya bekerjasama dengan Skhole ITB dalam memberikan bantuan pendidikan untuk anak-anak di sekitar kampus ITB.

Reporter: Deo Fernando (Kewirausahaan, 2021)