Berita / MoU

ITB dan Universitas Maritim Raja Ali Haji Jalin Kerja Sama Untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi

Adi Permana - Jumat, 27 September 2019, 16:17:04 - Diperbaharui : Jumat, 27 - September - 2019, 16:40:31

*Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., dengan Rektor Umrah, Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc., berfoto bersama usai melakukan penandatanganan kerja sama. (Foto: Ahmad Fadhil/Humas ITB)


BANDUNG, itb.ac.id – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) menjalin kerja sama dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dituangkan ke dalam bentuk nota kesepahaman bersama.

Bertempat di Rapim A, Gedung CCAR ITB, Jalan Tamansari No. 64 Bandung, Senin (23/9/2019), nota kesepahaman tersebut ditandatangani secara langsung oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA., dengan Rektor Umrah, Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan nota kesepakatan antara Fakultas Teknik Umrah dengan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB tentang kerjasama penelitian dan implementasi penggunaan energi terbarukan untuk aliran listrik bagi daerah yang terisolasi dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi dan kualitas hidup masyarakat.

Dalam acara tersebut, turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Umrah, Ibnu Kahfi Bachtiar, S.T., M.Sc., serta Dekan STEI ITB, Dr. Ir. Jaka Sembiring, M.Eng., beserta para staff dari kedua belah pihak.


*Penandatanganan nota kesepakatan antara Fakultas Teknik Umrah dengan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI). (Foto: Ahmad Fadhil/Humas ITB) 

Rektor Umrah, Prof. Dr. Syafsir dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya sangat senang dan berterima kasih kepada ITB atas terselenggaranya kerja sama tersebut. Ia berharap, dengan adanya kerja sama ini membuat sumber daya manusia yang terdapat di Provinsi Kepulauan Riau dapat berkembang pesat dan kedua belah pihak bisa saling mengembangkan energi terbarukan dan juga di bidang transportasi, khususnya di Kepulauan Riau.

Sebagai universitas yang tergolong baru menyandang status sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Umrah ingin menunjukkan kontribusi bagi Indonesia. Selain itu pula, Umrah juga ingin mendapat pengalaman dari ITB guna merealisasikan pengembangan daerah di Kepulauan Riau.

“Untuk kedepannya, Umrah tidak hanya ingin menjalin kerjasama hanya dengan STEI ITB saja, melainkan pula akan bekerjasama dengan fakultas atau sekolah lain yang terdapat di ITB,” ujar Rektor Umrah.

Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah dalam hal ini menyambut baik dengan ditandatanganinya nota kesepahaman bersama ini, karena menurutnya energi itu sangat penting bagi kehidupan di zaman sekarang. “Saat ini kita memasuki era 4.0 yang mana jika kita hidup tanpa adanya sumber listrik maka tidak akan ada kehidupan seperti saat ini,” ucapnya.

Disampaikan Prof. Kadarsah, Indonesia memiliki tiga sumber daya alam (SDA) utama yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik, mineral, hidrokarbon, dan terbarukan. SDA mineral dapat berupa batubara, uranium, dll. Sementara SDA hidrokarbon meliputi minyak bumi dan gas, juga SDA terbarukan seperti air, angin, dan matahari. “Merupakan sebuah anugerah tersendiri karena ketiga SDA tersebut terdapat di Kepulauan Riau,” ujarnya.

“Banyak negara asing berkepentingan terhadap sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, khususnya mineral dan hidrokarbon, tetapi sumber daya alam terbarukan tidak dapat dimanfaatkan pihak asing. Oleh karena itulah, Indonesia dianggap sebagai negara mandiri karena adanya energi baru dan terbarukan,” tambahnya.

Bentuk kerja sama ini dinilai sangat penting untuk saat ini dan masa depan. Prof. Kadarsah sendiri berharap semoga bentuk kerja sama ini dapat mencapai lingkup yang lebih luas. ITB sendiri akan siap untuk berkolaborasi kembali bersama Umrah, bukan hanya di bidang sumber daya saja, tapi juga pada bidang-bidang lainnya.

Reporter: Muhammad Fadlan Herdian (Planologi 2018)