Berita / Akademik

KKN Tematik ITB 2019, Wujud Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Adi Permana - Kamis, 25 Juli 2019, 10:01:57 - Diperbaharui : Kamis, 25 - Juli - 2019, 16:13:20
BANDUNG, itb.ac.id – Untuk yang kelima kalinya, Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN Tematik) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Kali ini, KKN Tematik ITB akan diselenggarakan selama 21 hari ini di Desa Buanamekar, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Para peserta KKN Tematik 2019 dilepas secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) Prof. Ir. Bermawi Priyatna Iskandar M.Sc., Ph.D., pada Selasa (23/7/2019) di Lapangan Campus Center Barat ITB. “KKN Tematik merupakan bentuk dari pengabdian masyarakat ITB yang dilakukan oleh mahasiswa,” tutur Prof. Bermawi. Ia berpesan kepada peserta KKN-T ITB 2019 agar menjalankan kegiatan dengan tulus, karena akan menjadi pengalaman berharga, dan berguna dalam mencipatakan karya-karya untuk masyarakat di masa mendatang.

Setelah dilepas secara resmi, sekitar pukul 07.00 WIB, para peserta KKN Tematik bertolak dari ITB menuju Kabupaten Ciamis. Perjalanan menuju ke lokasi ditempuh dalam waktu 3 hingga 4 jam, setibanya di lokasi dilanjutkan dengan upacara pembukaan di Desa Buanamekar. Kegiatan yang dibawahi langsung oleh Lembaga Kemahasiswaan ITB ini diikuti oleh 219 orang peserta dari mahasiswa dan 30 panitia. 

Berasal dari rumpun keilmuan yang berbeda-beda, peserta pun dikelompokkan menjadi lima tema, yakni pendidikan, pertanian, air, infrastruktur, dan energi. Tidak hanya itu, KKN-T ITB 2019 kali ini pun membawa konsep baru, yaitu adanya multitema di tiap dusunnya. Sebagai contoh, terdapat tema pertanian, air, dan energi di Dusun Pasir Jaya. Selama tiga minggu, peserta akan melaksanakan program di setiap tema yang telah disepakati terlebih dahulu bersama warga setempat.  Peserta pun akan tinggal bersama dengan warga untuk membangun hubungan sosial yang baik agar tercipta kondisi yang ideal untuk bekerja bersama warga.

Terdapat berbagai program yang akan dilaksanakan untuk setiap temanya. Untuk tema pendidikan, akan dibangun sebuah taman baca di salah satu dusun, yaitu di Dusun Cibulakan. Transmisi air sebagai media penyaluran air bersih merupakan sarana yang dibangun untuk tema air. 

Pada tema infrastruktur, para peserta mahasiswa akan membangun MCK di lokasi yang telah ditentukan. Tema energi, peserta KKN Tematik rencananya akan membuat Penerangan Jalan Umum (PJU) di beberapa jalan di Desa Buanamekar. Sementara untuk tema pertanian, program pengadaan vertikultur, komposter, dan pembuatan trichoderma akan dilaksanakan di semua dusun. Hal ini dikarenakan mata pencaharian mayoritas warga adalah sebagai petani. Tidak hanya program dalam bentuk fisik, sosialisasi yang berhubungan dengan tema pun akan digencarkan guna memaksimalkan potensi masyarakat setempat.

Ketua KKN Tematik ITB 2019, Bagoes Suryo menuturkan, bahwa kegiatan ini sudah dirancang sejak Desember 2018. Sebelum melakukan KKN, peserta telah mengikuti perkuliahan dengan berbagai materi antara lain tentang kemasyarakatan, muatan lokal Sunda, dan social mapping. Materi tersebut akan menjadi bekal dalam menjalankan setiap program.

Selain itu, peserta pun telah dibekali dengan pengetahuan untuk masing-masing tema. “Sebagai contoh, untuk tema air, telah dilaksanakan perkuliahan mengenai sistem transmisi air bersih. Tidak hanya materi di kelas, persiapan sebagai upaya untuk mempererat hubungan antar peserta pun telah dilaksanakan. Urgensi untuk para peserta mahasiswa memiliki hubungan yang baik satu sama lain telah diimplementasikan dengan adanya Outbound KKN-T yang dilaksanakan pada 6-7 Juli 2019 lalu,” ujar Bagoes.

Bagoes berharap, KKN-T ITB 2019 ini dapat meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekitar. Hal ini sebagai bentuk nyata implementasi salah satu poin dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian masyarakat. Hubungan antara peserta mahasiswa dan warga pun diharapkan berjalan dengan baik agar terciptanya suasana yang kondusif dalam menjalankan setiap program.

Reporter: Sabrina Farah Salsabilla (Teknik Lingkungan 2016)
Foto : Dok. Lembaga Kemahasiswaan ITB