Berita / Utama

Indrarini Dyah Iriawati, Wisudawati Program Doktor yang Produktif dalam Menulis Jurnal

Adi Permana - Sabtu, 20 Juli 2019, 15:17:41 - Diperbaharui : Sabtu, 20 - Juli - 2019, 21:20:22


BANDUNG, itb.ac.id -- Pernah ditolak di awal, tak membuat Indrariani Dyah Irawati patah semangat dalam menulis jurnal. Justru hal itu menjadi pemicu semangat baginya untuk belajar lebih keras lagi hingga akhirnya risetnya dapat disebarluaskan menjadi jurnal berkualifikasi Q2, Q3, dan Q4. 


Indrarini merupakan wisudawati Program Doktor Teknik Elektro.  Motivasinya dalam membuat jurnal tidak lepas dari dorongan promotor sejak kuliah di tahun pertama. Menurutnya, menulis jurnal adalah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri atas capaian riset yang dilakukan. 

Di antara sekian jurnal yang telah dibuat dan berhasil disebarluaskan ada satu jurnal yang membuatnya paling berkesan yaitu paper yang dimasukkan pada  International Journal of Communication Network and Information Security (IJCNIS), penolakan di awal tidak membuatnya mundur justru membakar semangatnya untuk terus memperbaiki. 

Menurutnya kuliah di ITB memiliki kesan tersendiri, terlebih jurusan yang dipilih menjadi disiplin ilmu yang jarang digemari oleh para wanita. “Elektro itu keren justru karena jarang wanita yang minat, saya penasaran. Dan ternyata masuk elektro itu seru apalagi elektro telekomunikasi ilmunya selalu berkembang,” ujarnya kepada Reporter ITB.

"Kuliah di ITB suatu proses yang patut disyukuri bisa dinikmati, mempunyai pembimbing yang mengarahkan secara jelas, dan memiliki teman – teman yang sudah seperti keluarga," kesannya.

Selain perannya sebagai mahasiswi, dia pun harus berperan sebagai ibu dan istri dalam keluarga. Baginya pula, keluarga tidak lepas menjadi salah satu faktor keberhasilannya. “Alhamdulillah keluarga saya sangat mendukung. Untuk menjaga kualitas hubungan keluarga, saya selalu berangkat pagi, mengantar anak-anak ke sekolah, sehingga saya memiliki waktu mengobrol dengan anak-anak. Jam 07.00 saatnya saya residensi, sampe tiba waktunya menjemput anak-anak pulang. Sabtu-Minggu adalah waktu bersama keluarga,” ujar Indrarini.

Indrarini pun berharap ilmu yang telah diperoleh menjadi berkah dan manfaat untuk orang dan lingkungan sekitar. Setelah lulus ia berencana akan kembali ke institusi tempat bekerja, berkontribusi mengembangkan ilmu yang dipelajari, menghasilkan riset-riset yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan bisa membuat research collaboration bersama almamater tercinta.

Reporter: Diah Rachmawati