Berita / Utama

Rio Alfriza Faiz, Wakil Wisudawan ITB

Adi Permana - Sabtu, 20 Juli 2019, 14:49:10 - Diperbaharui : Sabtu, 20 - Juli - 2019, 14:58:30

BANDUNG, itb.ac.id – Rasa haru dan bangga begitu terpancar dari raut wajah Rio Alfriza Faiz, wisudawan dari Program Studi Teknik Fisika, karena ia berhasil menyelesaikan studinya di Institut Teknologi Bandung. Ia pun tak menyangka, akan terpilih sebagai perwakilan wisudawan dari Fakultas Teknologi Industri untuk memberikan pidato perpisahan wakil wisudawan.

Rio akan mengikuti Sidang Terbuka Wisuda Ketiga Institut Teknologi Bandung Tahun Akademik 2018/2019 pada Sabtu (20/7/2019) di Gedung Sasana Budaya Ganesha ITB. Awalnya, jangankan masuk ke ITB, Rio bahkan tidak yakin akan melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Ini dikarenakan kondisi kesejahteraan ekonomi keluarga Rio yang kurang beruntung. 

Ia merupakan lulusan SMKN 13 Bandung jurusan Kimia. Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri baginya untuk berkompetisi dengan mahasiswa lain yang mayoritas adalah lulusan SMA. "Pada dasarnya, memilih SMK pun karena memang niat saya yang mau langsung kerja, " ucap lelaki kelahiran kota Bandung itu.

Dalam meraih cita-citanya, ia bercerita termotivasi oleh seorang kakak kelasnya di SMK yang bisa ikut olimpiade kimia taraf internasional. Dari situ, Rio pun mulai giat belajar. Ia memilih Fisika sebagai fokus mata pelajarannya. Oleh karena itu, dibantu dengan bimbingan gurunya di SMK, Rio mengikuti olimpiade untuk tingkat SMK dari Kemendikbud. "Hasilnya, saya mendapat medali perunggu untuk tingkat nasional. Sejak saat itu pula, saya bertekad harus kuliah dan harus ITB," pungkas Rio.

Bagi Rio, hidup yang lebih baik akan dicapai jika kita mampu menghadapi hal-hal sulit. Ia menyebutnya sebagai sumber 'kesaktian'. "Saya selalu merasa hidup ini harus menjadi lebih 'sakti'. Tentu saja, menuju ke sana tantangannya harus berat dan besar. ITB adalah salah satunya. Lagipula, saya memang suka Fisika dan aplikasinya, yaitu keteknikan, dan ITB adalah yang terbaik buat saya, " jelasnya.

Kendala Biaya

Perjalanan Rio tentu tidak selalu mulus. Saat ia meminta izin untuk berkuliah, Ibunya sempat khawatir karena masalah biaya. “Ibu bilang tidak akan bisa membiayai, saya disuruh untuk berpikir ulang, " kenang Rio.

Luar biasanya, Rio tidak gentar dan takut. Berbekal informasi dari kakak kelasnya di SMK, ia percaya bahwa ITB pasti akan membantu sebisa mungkin mahasiswanya dalam persoalan ekonomi. Sehabis ia lulus dari ujian masuk perguruan tinggi, ia bolak-balik berbagai macam instansi untuk mencari bantuan dana atau beasiswa. "Terakhir, LK (Lembaga Kemahasiswaan) akhirnya memberikan saya potensi untuk menjadi mahasiswa Bidikmisi, dan, syukur, saya diterima di program itu, " jelas Rio.

Setelah menjadi mahasiswa Bidikmisi, Rio tidak perlu lagi memikirkan kendala biaya. Seluruh biaya kuliah telah ditanggung dengan tambahan uang saku tiap bulannya. "Saya juga tinggal di Bandung, jadi untuk makan dan tinggal menjadi bukan masalah pokok," tambahnya.

Saat disinggung soal rencana kuliah kembali, ia mengaku belum terlalu memikirkan hal tersebut. Namun ia berencana ingin melanjutkan studi ke Jerman dan menggali ilmu lebih lanjut soal industri di sana.

Reporter: Ferio Brahmana (Teknik Fisika, 2017)