Berita / Utama

Yani Panigoro Ketua MWA ITB : Kolaborasi Sangat Penting dalam Memajukan ITB

Adi Permana - Selasa, 21 Mei 2019, 11:24:19 - Diperbaharui : Kamis, 23 - Mei - 2019, 15:50:34


BANDUNG, itb.ac.id – Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan Sidang Pleno Majelis Wali Amanat ITB periode 2019 - 2024  di Gedung D, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Jakarta, Senin (20/5/2019). Pada sidang tersebut, Yani Panigoro terpilih sebagai Ketua MWA ITB secara musyarawarah untuk masa jabatan lima tahun kedepan.


Menjabat Ketua MWA, Yani mengatakan memiliki beberapa target dan rencana yang harus dicapai. Namun hal pertama yang akan dilakukan olehnya adalah melakukan konsolidasi. MWA menurutnya harus berkolaborasi dengan senat akademik, rektorat, para alumni, guru besar dan mahasiswa ITB sehingga keputusan-keputusan yang akan diputuskan oleh MWA telah berdasarkan semua kepentingan yang terakodomasi.

“Jadi kami ini akan rutin berkolaborasi dengan semua pihak, apalagi dengan alumni. Karena alumni besar sekali jumlahnya. Jadi kalau mau berpikir ITB 100 tahun kedepan, itu semua pihak harus berkontribusi,” ujarnya diwawancara Humas ITB usai pelaksanaan rapat pleno.

Dia merinci, ada beberapa target yang harus dicapai ITB. Pertama ialah masuk top 100 universitas di dunia. Untuk menuju target ini, maka harus dipetakan langkah bersama menuju ke arah sana. Kedua, ialah sumber pendanaan. ITB tidak mungkin hanya mengandalkan pendanaan dari pemerintah saja, melainkan juga perlu kerjasama dengan berbagai pihak terutama dalam riset.

Ketiga yakni perlunya lahan kampus yang lebih luas. Lahan tersebut, kata Yani, tidak hanya untuk kampus, tapi juga untuk pendukung-pendukungnya. “Misalnya lahan di Walini, tentunya mahasiswa akan menjadi besar, dosen lebih banyak. Mahasiswa ada asrama sehingga mereka lebih nyaman, para peneliti akan nyaman karena ada pusat riset. ITB adalah perguruan tinggi yang ada sains, teknologi, seni dan manajemen, maka di Walini ini infrastruktur untuk itu bisa lebih berkembang,” ujar lulusan program studi Teknik Elektro ITB tahun 1975 itu.

Dia menambahkan, kehadiran kampus ITB di Walini tentu akan memberikan dampak yang positif kepada lingkungan sekitar. Selain itu, ITB juga bisa membangun pusat-pusat penelitian baik di bidang sains, teknologi, seni, olahraga dan bidang lainnya. Di sisi lain, ia melihat ITB juga harus tetap dengan karakternya. “Orang ITB itu terkenal sangat rasional, selalu kreatif dan bertanya, dan bicara berdasarkan data.  Jadi saya harapkan karakter ini terus berkembang dengan mahasiswa yang berprestasi dosennya juga harus yang mempunyai kompetensi. Semua itu bisa dilakukan jika memiliki dana. Tapi lahan menurut saya prioritas pertama,” pungkasnya. 

Pada sidang tersebut juga diputuskan sebagai Wakil Ketua MWA ITB yaitu Prof. Dr. Dr(HC) Ir. Djoko Santoso, M.Sc. Sidang pleno dihadiri oleh 15 anggota MWA terdiri atas 4 ex-officio yaitu Menristekdikti, Gubernur Provinsi Jabar yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir. Eddy Iskandar Muda Nasution, Dipl.SE.,MT., Ketua Senat Akademik, dan Rektor ITB.

Kemudian 4 wakil masyarakat diantaranya Prof. Dr. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, Dr. (HC)  Dra Nurhayati Subakat, Apt., Ir. Yani Panigoro, Achmad Zaky, ST. 
Selanjutnya, empat wakil senat akademik Prof. Dr. Dr(HC) Ir. Djoko Santoso, M.Sc., IPU., AER., Prof. Dr(HC) Akhmaloka, Ph.d., Prof. Dr. Ing. Ir. Benhard Sitohang, Dr. Agus Dana Permana. 
Lalu anggota MWA Wakil Alumni Ir. Irfan Setiaputra, anggota MWA Wakil Tenaga Kependidikan Nana Heryana, ST., IPM., AER., dan anggota MWA Wakil Mahasiswa Faisal Alfiansyah Mahardhika.