Berita / Akademik

Pesan Semangat Belajar dari Lilik Unggul Raharjo, Direktur Independen PT. Holcim

Adi Permana - Jumat, 5 April 2019, 15:40:09 - Diperbaharui : Selasa, 9 - April - 2019, 16:56:41


BANDUNG, itb.ac.id – Usia bukanlah penghalang bagi seseorang untuk terus belajar. Semangat itulah yang coba disampaikan oleh Lilik Unggul Raharjo, wisudawan Kelas Global Leadership, Program Magister Administrasi Bisnis di SBM-ITB kampus Jakarta. Semangat belajarnya tetap tinggi meskipun sudah senior dan saat ini menjadi pimpinan tinggi di perusahaan besar.


“Kalau kita ingin selalu mengisi hidup kita dengan sesuatu yang berarti maka janganlah berhenti belajar, berapapun usia kita dan apapun posisi kita saat ini. Bagi saya belajar kembali di dunia akademis merupakan recharge untuk menyongsong new journey dalam kehidupan saya setelah sekian puluh tahun meninggalkan bangku kuliah, “ujarnya saat diwawancara Humas ITB melalui sambungan telepon, Selasa (2/4/2019).

Lilik bercerita, selama kuliah S2 banyak pengetahuan baru diperoleh, terutama wawasan dalam dunia bisnis dan teknologi. Selain itu, sekaligus menambah jaringan karena banyak bertemu dengan orang dari berbagai generasi, latar belakang bidang, dan level pekerjaan berbeda. “Disamping motivasi pribadi, yang saya harapkan juga bisa memotivasi orang di sekitar saya dalam hal ini putra-putri saya,” ujar pria kelahiran 16 Agustus 1965 itu.

Dalam tesisnya, Lilik mengangkat tentang Challenge and opportunity of building material industry in Indonesia related to  the industrial revolution 4.0, yaitu terkait bagaimana memetakan mengenai apa itu industri 4.0 dan relevansinya dengan industri bahan bangunan. “Challenge-nya seperti apa, opportunity-nya seperti apa, itu semua dipetakan, dan solusinya seperti apa,” ujarnya. Dari tesisnya itu, ia pun berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

Lilik diwisuda pada Wisuda Kedua ITB Tahun Akademik 2018/2019, 5 April 2019, di Sabuga ITB, bersama sekitar 450 orang wisudawan lainnya. Ia berpesan, “Kita harus  selalu ‘open’ kalau kita mau maju, karena dalam interaksi selama menjadi mahasiswa banyak pembelajaran yang kita bisa ambil di luar ruang kelas, mengingat beragamnya profesi, posisi dan latar belakng pendidikan dari rekan mahasiswa akan menjadi sarana yang efektif untuk memperkaya diri,” pungkasnya.