Berita / Utama

Alumni ITB ’79 Berbagi Lewat Bakti Sosial

Adi Permana - Senin, 25 Maret 2019, 14:04:08 - Diperbaharui : Senin, 25 - Maret - 2019, 14:13:20

BANDUNG, itb.ac.id – Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1979 menyelenggarakan Bakti Sosial di Kampus ITB dalam bentuk pasar murah, khitanan massal, penyuluhan kesehatan, bazar murah, dan cek kesehatan gratis pada Minggu (24/3/2019). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian menuju reuni akbar 40 tahun Laskar ITB ’79.

Dalam rangka menyambut reuni akbar tahun ini, rangkaian acara diadakan dengan lebih meriah daripada sebelumnya. Bakti sosial kali ini adalah acara ketiga dari total empat rangkaian acara. Acara pertama adalah penyelenggaraan Seminar Chinese Medicine pada September 2018 lalu, yang kemudian dilanjutkan dengan turnamen golf pada Bulan Februari kemarin, dan akan diakhiri dengan fun walk pada Bulan Juni mendatang.

Dijelaskan Hartaman Rasjid, selaku Ketua Panitia Acara, Bakti sosial tersebut mengangkat tema ‘Berbagi dari Masa ke Masa’. Kali ini, kegiatan bakti sosial ditujukan secara spesifik kepada karyawan ITB golongan I dan II, serta karyawan outsourcing.

Khitanan Massal yang bertempat di Aula Timur, dipartisipasi oleh anak berumur 3-7 tahun, yang merupakan anggota keluarga dari karyawan ITB. Khitanan dibatasi sejumlah 40 anak, angka ini berkorelasi dengan fakta bahwa tahun ini adalah reuni akbar 40 tahun angkatan 1979. 

Proses khitanan dibantu oleh pihak AMP (Atlas Medical Pioneer) dari Fakultas Kedokteran Umum Universitas Padjajaran berjumlah 53 orang terdiri atas dokter, spesialis urologi, dan juga mahasiswa tingkat akhir. Dalam waktu yang sama, terdapat 10 tim yang melakukan proses khitanan kepada setiap anak, sehingga total sesi proses khitanan adalah empat sesi.

Setelah proses khitanan selesai, setiap anak diberikan obat, goodie bag, uang saku, dan nasi tumpeng. Obat yang diberikan adalah obat untuk mempercepat proses penyembuhan dan juga pereda sakit. Sedangkan goodie bag yang diberi, berisikan keperluan yang sekiranya dibutuhkan oleh anak-anak seperti tas ransel, buku, dan alat tulis. Uang saku dan nasi tumpeng pun diberikan dengan maksud agar setiap keluarga dari anak tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk mengadakan sebuah syukuran.

“Untuk khitanan, kan pasti ada seremonialnya, yang harus ada tumpeng dan sarung. Di mana semua itu kami sediakan untuk mereka. Jadi kita bantu mereka dengan tidak tanggung-tanggung, dari awal hingga tuntas semuanya. Karena memang kami ingin memberi sebuah sukacita untuk mereka semua,” ucap Hartaman yang merupakan alumni jurusan Teknik Sipil.

Di tempat yang sama, Penyuluhan Kesehatan diselenggarakan dengan topik ‘Mengenali Diabetes Mellitus dan Cara Menanggulangi’, dengan Dokter Lubbi Ilmiawan sebagai fasilitator. Latar belakang dari pemilihan topik adalah maraknya penyakit diabetes mellitus belakangan ini. 



Setelah penyuluhan, diadakan pula cek kesehatan sebagai deteksi dini diabetes mellitus kepada 300 pengunjung secara gratis. Pengecekan kesehatan dibantu oleh Dexa Medica, yang merupakan salah satu sponsor. Dalam kesempatan ini, Dexa Medica pun menyosialisasikan aplikasi buatan mereka, yaitu Teman Diabates.

Selain itu, saat Pasar Murah dilakukan penjualan pakaian bekas dan juga sembako, di mana keduanya dijual dengan harga subsidi. Pakaian bekas dijual dalam tiga varian harga, yaitu Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000. Pakaian yang dijual pun beragam dari atasan, bawahan, sepatu, hingga tas.

Sembako yang didistribusikan dalam bentuk goodie bag, berisikan kebutuhan sehari-hari yang bernilai total sekitar Rp 150.000. Tetapi hanya dengan menukarkan kupon yang telah dibagikan oleh panitia, karyawan dapat membeli satu paket sembako hanya dengan harga Rp 20.000. Dengan total paket sembako yang dibagikan berjumlah 800 paket.

Selanjutnya ialah bazaar, dimulai dengan senam pagi yang dipartisipasi oleh panitia dan juga karyawan. Setelah senam pagi, acara dilanjutkan dengan dua perlombaan, yakni lomba menggambar untuk kalangan anak dan balap karung untuk kalangan dewasa.



Setelah diadakannya reuni akbar pada September nanti, Laskar ‘79 berencana untuk memberikan motor sampah dan juga berencana untuk memberi perbaikan fasilitas sanitasi di lingkungan ITB. Selain itu, telah direncanakan pula untuk diadakan kegiatan lintas angkatan untuk melakukan Gerakan Peduli Citarum. Angkatan yang akan terlibat adalah alumni ITB angkatan 1979, 1984. 1989, dan 1949.

Motivasi dari pengadaan bakti sosial ini adalah keinginan angkatan untuk selalu memberi sesuatu kepada orang lain agar ada lebih banyak orang yang dapat menikmati dan merasakan hal yang lebih baik. “Karena memang tugas alumni adalah memberikan bakti kami untuk almamater.”

Kehadiran Bakti Sosial itupun disambut baik oleh para karyawan ITB salah satunya Yuda Hariana. “Menurut saya acaranya bagus sekali, terutama buat bapak-bapak dan ibu-ibu yang perlu sembako. Ada hiburan buat anak-anak, lomba mewarnai. Jadi cocok untuk acara keluarga sekaligus belanja,” ujarnya. Ia berharap tahun depan acara serupa juga bisa diselenggarakan kembali.

Reporter: Wendy Anastasia Yeoda (Magang IJA 2019)