Berita / Utama

Obituari: Guru Besar SAPPK-ITB Prof. Dr. Ir. Djoko Sujarto Tutup Usia

Adi Permana - Jumat, 22 Maret 2019, 15:29:20


BANDUNG, itb.ac.id -- Guru Besar pada Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Ir. Djoko Sujarto, M.Sc., tutup usia pada Kamis (21/3/2019) pukul 14.00 WIB di Rumah Sakit Santo Borromoeus, Bandung. Almarhum wafat di usia 80 tahun. 


Seluruh keluarga besar ITB berduka, seraya diiringi doa semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menerima segala amal bakti, jasa-jasa, serta pengabdian beliau yang telah disumbangkan, baik kepada institutsi ITB maupun kepada masyarakan dan bangsa pada umumnya. Demikian disampaikan Wakil Rektor bidang Administrasi Umum, Alumni dan Komunikasi ITB Dr. Miming Miharja, ST. M.Sc.Eng. saat memberikan sambutan pelepasan jenazah.

Dr. Miming menyampaikan, sejarah mencatat, almarhum adalah pribadi yang santun dan penuh hormat kepada siapapun baik kepada rekan sejawat, senior, maupun juniornya. Sejumlah prestasi dan jasa serta bakti telah dipersembahkan kepada ITB, masyarakat, bangsa, dan negara. "Bapak Prof. Djoko Sujarto adalah dosen ITB yang berbagai karyanya perlu kita rujuk bersama dan sikap hidupnya perlu dicontoh sebagai teladan," ujarnya.

"Selamat jalan Bapak Prof. Djoko Sujarto, doa kami senantiasa bersamamu, semangat dan cita-citamu tetap bersama kami, yang akan dilanjutkan untuk kemajuan institusi dan bangsa kami.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami atas nama seluruh keluarga besar ITB menyampaikan belasungkawa yang mendalam, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menerima peristiwa ini," Dr. Miming menambahkan.

Prof. Djoko Sujarto menempuh jenjang pendidikan S1 Planologi ITB dan lulus pada 1965. Kemudian melanjutkan S2 di University of Edinburg, Inggris, lulus 1973, dan meraih gelar doktor Ilmu Teknik di ITB tahun 1991. Beliau diangkat sebagai Guru Besar pada Juli 2004 di SAPPK ITB dan diangkat sebagai Guru Besar Emeritus.

Selama mengabdi di ITB, beberapa penghargaan pernah diraih di antaranya penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun dan 30 Tahun,Lencana dan Pengabdian ITB 30 Tahun, Ganesa Cedekia Widya Adi Utama serta Penghargaan lainnya baik nasional maupun ITB. Kepergian almarhum, meninggalkan dua anak, Heru Marijanto, Tiko Arsitijarto dan istri Siti Mariah.