Berita / Utama

ITB Meluncurkan Base Station 4G LTE InfiniteBe

Adi Permana - Jumat, 1 Februari 2019, 17:26:45 - Diperbaharui : Jumat, 1 - Februari - 2019, 17:28:07


BANDUNG, itb.ac.id –  Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan Base Station 4G LTE dengan nama InfiniteBe di Aula Timur Kampus ITB, Jalan Ganesha No. 15 Bandung, Jumat (1/2/2019). Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, AK, Ph.D., meresmikan secara langsung inovasi ITB di bidang teknologi telekomunikasi itu.


Usai meresmikan, Menristekdikti M. Nasir menyampaikan selamat kepada ITB atas produk inovasi yang telah diluncurkan. Menurutnya, inovasi adalah hal yang sangat penting di era sekarang. Negara pemenang bukan dilihat dari jumlah penduduknya yang banyak, negara pemenang adalah yang punya inovasi dan teknologi. “Untuk itu saya mendorong kepada para peneliti melakukan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, baik masyarakat secara langsung maupun terhadap industri,” ujarnya.

Ia menambahkan, agar sebuah produk inovasi mampu bersaing dengan kompetitor di kelasnya, maka perlu mempertimbangkan sisi tampilan atau desain yang bagus, berapa lama teknologi tersebut bisa dimanfaatkan, dan terakhir juga dilihat dari harganya, bisa bersaing atau tidak.


Sementara itu, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suyadi, DEA menyampaikan ITB saat ini memiliki Memiliki 110 Kelompok Keahlian, 22 Pusat, 7 Pusat Penelitian dengan 5 di antaranya merupakan Pusat Unggulan Iptek nasional, ITB juga telah banyak menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi lainnya, industri, dan juga pemerintah di bidang teknologi dan inovasi kewirausahaan.

“Apa yang kita saksikan hari ini merupakan salah satu perwujudan komitmen dari Kemenristekdikti mendukung inovasi di Perguruan Tinggi bekerjasama dengan dunia industri. Sehingga seperti disebutkan, komitmen dan kerjasama antara pemerintah sebagai regulator, industri dan perguruan tinggi merupakan komitmen untuk mengakselerasi kemajuan bangsa,” kata Rektor.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak,  setelah diluncurkan produk ini bisa segera dimanfaatkan,” katanya.



Dalam rangka percepatan prodi-prodi kekinian yang mengarah kepada digital, ITB telah membuka program opsi magister Artificial Intelligent, Business Intelligent, dan Game Technology yang semuanya dapat meng-cover kebutuhan-kebutuhan elemental saat ini. 

“Alasannya pertama, karena ketika program opsi ini dibuka maka akreditasi mengikuti induknya sehingga tetap A dan tidak merugikan mahasiswa, alasan kedua karena lebih cepat dibuka karena ada suatu tantangan yang harus cepat kita respon. Dan ketiga, ini adalah suatu proses kontemporer sehingga suatu saat ada updating teknologi dapat mengubah langsung opsi tersebut,” kata Rektor.

InfiniteBe merupakan hasil pengembangan Pusat Mikroelektronika ITB yang bekerjasama dengan PT. Fusi Global Teknologi dan PT. Len Industri dan kemudian dilanjutkan oleh PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (PT. Inti) di bawah program Inovasi Perguruan Tinggi di Industri sejak tahun 2016. Pada program ini Pusat Mikroelektronika merancang salah satu tipe Base Station 4G yaitu Smallcell.

Disampaikan oleh Prof. Trio Adiono, Kepala Pusat Mikroelektronika ITB, perangkat bernama Infinitebe ini memiliki keunggulan dapat mengatasi permasalahan kapasitas, jaringan berkecepatan tinggi di daerah-daerah padat baik di dalam ruangan maupun luar ruangan. Ketersediaan Infinitebe ini juga dapat mendukung meningkatnya kebutuhan akses internet di Indonesia dengan pertumbuhan 300%. Perangkat yang sudah dilakukan pengujian di laboratorium operator ini, juga memiliki keunggulan dalam hal instalasi yang lebih mudah dan investasi yang relatif kecil. 

Terkait teknologi yang digunakan, Prof. Trio mengatakan Infinitebe ini dirancang dengan teknologi terkini yaitu Broadband Wireless Access dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi. Teknologi dan kompetensi yang dikembangkan pada produk ini mencakup teknologi telekomunikasi, elektronika, radio frekuensi, desain produk, dan lain sebagainya. “Hal ini mendukung usaha pemerintah dalam mengurangi impor produk-produk telematika dan mengembangkan industri berbasis teknologi serta bernilai tambah tinggi,” pungkas Prof. Trio.